Pengembang Dituding Ingkari Janji, Penghuni Apartemen Puncak Permai Lapor DPRD Surabaya

Dengar pendapat penghuni Apatemen Puncak Permai dengan Komisi C DPRD Surabaya.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Penghuni Apartemen Puncak Permai Surabaya melapor ke Komisi C DPRD Kota Surabaya persoalan fee parkir yang ditetapkan pihak pengelola Apartemen.

Ketua Paguyuban Penghuni Apartemen Puncak Permai, Oxtalevanus menyampaikan pelaporan yang dibuat akibat tidak sesuainya perjanjian dengan pihak pengelola.

“Sebenarnya yang paling utama adalah pengelolaan parkir. Kami di sana keluar masuk itu tarifnya kami sepihak. Sebelumnya free, tiba-tiba saat pandemi ini orang kesusahan dikenakan tarif tinggi tentu kami keberatan,” ungkapnya di dalam rapat hearing, Selesa 8 Agustus 2020.

Ia mengatakan bahwa hal itu sudah terjadi beberapa kali. Tak hanya soal sengketa parkir. Tarif PLN dan PDAM juga dinaikan.

“Saya mengerti bahwa rumah susun mencari keuntungan di situ, menaikan tarikan dari PDAM dan PLN dinaikan untuk mencari keuntungan. Tapi kan harus ada batas minimum supaya dibentuk batas minimum dari tarif tersebut,” imbuhnya.

Lebih parahnya lagi, karena sempat menolak, penghuni Apartemen mendapat beberapa intimidasi dari oknum preman yang senantiasa berjaga di area Apartemen.

“Bergejeloknya kemarin itu sampai ada diturunin preman sama orang yang tidak kami kenal. Tidak memakai seragam tiba-tiba datang. Ada yang dikiting, ada tangannya yang sampai luka,” terangnya.

Disatu sisi, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono, mengatakan tidak hanya terkait tarif parkir, warga juga banyak yang belum mendapatkan sertifikat hak milik padahal sudah melakukan pembayaran secara lunas.

Terkait intimidasi, Baktiono segera meminta bantuan pihak kecamatan dan Satpol PP untuk turun memfasilitasi warga agar bisa menuntaskan persoalan.

“Jadi warga menyampaikan intimidasi yang juga mereka mengirimkan video terkait perparkiran yang ada di sana. Jadi mereka mengeluarkan orang-orang tidak dikenal untuk mengintimidasi para penghuni Apartemen” jelasnya.

Untuk itu langkah selanjutnya, pihak Komisi C DPRD Surabaya akan terus mengundang pengembang untuk hadir. Agar warga yang tinggal di Kota Surabaya tetap aman dan tidak terjadi sesuatu yang merisaukan baik warga yang jumlahnya ribuan itu juga ke dampak yang lainnya.KBID-DJI