KampungBerita.id
Kampung Bisnis Kampung Raya Surabaya Teranyar

Penumpang Keluhkan Antre Hampir Satu Jam di Terminal Purabaya, Sarankan Pemprov Tambah Armada Bus Trans Jatim

Shelter bus Trans Jatim di Terminal Purabaya.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID
Bus Trans Jatim, moda transportasi umum yang disediakan Pemprov Jatim
untuk menghubungkan berbagai wilayah strategis di provinsi ini, terutama area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Lamongan hingga Madura, semakin ramai. Ini menjadi bukti nyata meningkatnya minat terhadap layanan ini.

Tak heran, di shelter keberangkatan Trans Jatim di Terminal Purabaya pemandangan antrean panjang penumpang tampak sudah biasa. Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan sabar menanti jadwal keberangkatan bus. Meski ruang tunggu yang tersedia tidak terlalu luas, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ada yang berdiri di teras shelter, ada yang bertahan di dalam gedung kecil demi mendapat tempat duduk lebih awal.

Salah seorang warga Rungkut, Agus Santoso yang kerap bepergian ke Sidoarjo atau Mojokerto naik Trans Jatim dari Terminal Purabaya mengaku senang atas keberadaan transportasi publik yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota di sekitarnya. Tak hanya murah, kenyamanan juga menjadi alasan utama dia dan banyak penumpang lainnya sabar menunggu antrean.

Antrean panjang penumpang di ruang tunggu bus Trans Jatim di Terminal Purabaya.@KBID-2025.

Dengan hanya membayar Rp 5 ribu untuk sekali perjalanan, masyarakat bisa menempuh jarak cukup jauh dalam kondisi nyaman. Trans Jatim menawarkan efisiensi biaya yang signifikan.
“Meski kadang tidak dapat tempat duduk, AC-nya dingin dan memiliki standar ketepatan waktu tinggi karena tidak melakukan praktik ngetem yang kerap dikeluhkan penumpang angkutan lain. Frekuensi keberangkatan bus biasanya sekitar 10-15 menit di jam sibuk dan 20 menit di jam non sibuk, ” ujar dia.

Seperti diketahui, bus Trans Jatim yang dikelola Dishub Provinsi Jatim telah membuka sejumlah trayek yang menghubungkan kota kota penting Surabaya.
Di Terminal Purabaya ada trayek utama yang aktif melayani penumpang, yaitu Surabaya – Porong, Surabaya Gresik, dan Surabaya – Bangkalan (Madura). Sedangkan satu rute lainnya, Surabaya-Mojokerto tidak melewati Terminal Purabaya, dan mengambil jalur langsung ke Jalan A.Yani dan memutar tanpa memasuki terminal.

Meski keberadaan Trans Jatim makin diminati, bahkan baru-baru ini membuka rute baru Malang-Batu, bus Trans Jatim masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya, adalah kapasitas ruang tunggu di beberapa terminal dan halte yang dinilai belum memadai. Termasuk di ruang keberangkatan Terminal Purabaya yang sempit, seringkali tak cukup menampung banyaknya antrean penumpang pada jam-jam sibuk.

Di sisi lain, Agus Santoso
melihat banyak bus Trans Jatim di Terminal Ngoro yang tidak jalan alias ngetem. Untuk itu, dia berharap Dishub Jatim memerhatikan keluhan penumpang ini agar bisa mengatur rute bus Trans Jatim lebih balance atau seimbang. “Kasihan para penumpang antre di Terminal Purabaya setengah jam sampai satu jam berdiri,” keluh dia.

Penumpang di ruang tunggu berebut naik ke bus Trans Jatim.@KBID-2025.

Antrean penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan Bus Trans Jatim di Terminal Purabaya dapat terjadi, terutama saat jam sibuk karena koridor ini menghubungkan banyak wilayah di Jatim. Untuk itu, Agus Santoso berharap jumlah armada masih perlu ditambah lagi, terutama pada rute-rute dengan volume penumpang tinggi.
“Ya kalau bisa Dishub Jatim menambah armada di rute yang ramai biar tak ada antrean panjang. Dengan bertambahnya jumlah unit bus dan perbaikan sarana pendukung, saya optimistis masyarakat semakin terdorong untuk beralih ke transportasi publik,” pungkas dia. KBID-BE.

Related posts

Ajang Bergengsi Tahunan Bupati Cup 2023 Resmi Dibuka Pj.Bupati Bojonegoro

DJUPRIANTO

Pedagang PGS Doakan Khofifah Lanjutkan Kepemimpinan Jatim di Periode Kedua

Baud Efendi

RPJMD Surabaya 2025-2030 Disahkan, Fokus Pelayanan Publik dan IPM Melalui Peningkatan Pendidikan 

Baud Efendi