
KAMPUNGBERITA.ID-Menjelang arus mudik Lebaran, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni mengimbau kepada seluruh warga Surabaya untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran dan pencurian yang kerap terjadi pada rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya selama mudik.
Dia mengingatkan pentingnya pengamanan rumah sebelum berangkat mudik, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Saya mengimbau warga Surabaya yang akan mudik Lebaran untuk memastikan rumahnya dalam kondisi aman. Kejadian kebakaran dan pencurian sering kali terjadi pada saat rumah kosong. Makanya, kita perlu lebih berhati-hati,” ujar dia, Senin (9/3/2026).
Lebih jauh, politisi Partai Golkar ini menyatakan, bahwa upaya-upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan ini biasanya disuarakan melalui perangkat lurah dan camat se-Kota Surabaya. Namun semua akan menjadi sempurna manakala warga yang akan mudik atau meninggalkan Surabaya juga lapor kepada RT-RW setempat, termasuk menjaga kelistrikan dalam kondisi off. Dengan demikian tidak memicu potensi bencana yang bisa menimbulkan kedukaan di tengah keriangan mudik di kampung halaman masing-masing.
Selain itu, Toni, sapaan akrab Arif Fathoni, berharap tiap tahun di Surabaya ketika masa mudik Lebaran tiba, sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di kampung-kampung atau perumahan sudah dilakukan dengan bagus. Bahkan, dia mendorong tahun ini ditingkatkan lagi, termasuk para pemilik usaha, khususnya pemilik toko-toko yang ada di nol jalan.
“Sebaiknya mereka ini melaporkan kepada RT-RW setempat, sehingga tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pas prosesi puncak Hari Raya Idul Fitri 1447 H disambut dengan gegap gempita oleh seluruh umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” tegas dia.
Selain itu, lanjut mantan jurnalis ini, warga yang memiliki hewan piaraan, khususnya burung dan lain-lain, sebaiknya dititipkan kepada tetangganya yang tidak mudik. Sehingga barang-barang kesayangannya tersebut tidak menjadi objek pencurian di tengah kelengangan Surabaya karena sebagian besar warganya mudik ke kampung halamannya.
Soal larangan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya menggunakan mobil dinas (mobdin) untuk kepentingan mudik, Toni menyebut biasanya kebijakan Wali Kota Surabaya ini diberlakukan untuk memastikan fasilitas negara tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. “Biasanya Mas Wali Kota akan menerbitkan surat edaran (SE) larangan mobil dinas dipakai mudik itu pada H-7 Lebaran. Ini kan proses reguler yang tiap tahun dan saya yakin kesadaran kolektif seluruh ASN yang diberikan mandat untuk mengelola mobil dinas kecenderungannya bagus. Artinya mobil dinas tersebut diparkir di halaman Balai Kota selama masa liburan . Ini juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa Pemkot Surabaya taat asas,”ungkap dia seraya menambahkan warga yang akan mudik juga harus taat asas dengan lapor ke RT-RW setempat.
Di akhir wawancara, mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini juga memberikan tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran dan pencurian, seperti memeriksa instalasi listrik dan memastikan dalam kondisi off. Selama ini pemicu terjadinya kebakaran seringkali karena korsleting atau hubungan arus pendek. Hal ini terjadi karena pemilik membiarkan kelistrikan masih dalam kondisi on. Selain itu, juga memastikan semua peralatan masak, utamanya kompor gas dalam keadaan mati, serta memperkuat sistem keamanan rumah dengan memasang gembok tambahan, kunci pengaman, dan jika memungkinkan memasang sistem alarm dan kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV). KBID-BE
