KampungBerita.id
Headline Surabaya Teranyar

Phobia dengan Covid-19, Warga Menanggal Tolak Rumah Sakit di Cito Mall

Warga menolak beridirinya RS khusus Covid-19 di Cito Mall.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Setelah mengalami penolakan dari pedagang serta penghuni apartement, kini giliran warga yang menolak berdirinya rumah sakit di area Cito Mall. Pasalnya, rumah sakit nanti dikhususkan untuk penanganan Covid-19.

Warga di Kelurahan Dukuh Menanggal, khususnya Jalan Menanggal I, menolak keras adanya rumah sakit.

Warga di sana mengalami phobia, sebab sudah banyak yang meninggal terkena Covid-19. Apalagi nanti jika harus hidup berdampingan dengan rumah sakit yang khusus merawat pasien Covid-19.

Untuk itu warga membuat spanduk, yang kemudian dibentangkan di tembok Cito Mall. Warga di sana mengancam akan turun dengan massa yang banyak apabila pihak RS Siloam tetap nekat mendirikan rumah sakit di sana.

Mewakili warga Ketua RT 02, RW 03, Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan Bambang Suprianto menyampaikan sangat keberatan adanya rumah sakit. “Ini aspirasi warga, bukan saya pribadi,” ujarnya, Selasa (9/2).

Dia mempertanyakan jika nanti jadi rumah sakit lantas pembuangan limbahnya bakal dilarikan ke mana? “Ya air limbahnya, sampahnya juga mau ditaruh di mana nanti,” tuturnya.

Apalagi menurut dia warga sekitar sangat mengandalkan air tanah serta sumur saat ini. “Kami nanti takutnya kualitas air bisa tercemar. Sementara warga di sini masih jarang yang pakai PDAM,” lanjut dia.

Menurut dia sama sekali tidak ada sosialisasi ke warga. “Warga tahunya malah setelah baca berita,” tegas dia.

Dia meminta kepada pihak Pemkot Surabaya agar tidak memaksakan berdirinya rumah sakit serta sampai mengeluarkan izin di sana. “Karena izinnya juga belum ada sejauh ini,” imbuh dia.KBID-DJI

Related posts

Bantu ODHA, Komisi D DPRD Surabaya Minta Masyarakat Jauhi Penyakit HIV/AIDS

RedaksiKBID

Satreskoba Polresta Sidoarjo Gagalkan Peredaran Sabu-sabu 3 Ons

RedaksiKBID

10 Baitul Maal MalanG Dibekukan, Ketua Baznas: Kami Tak Ingin Salah Penerapan

RedaksiKBID