PSI Tidak Setuju Surabaya Terapkan kembali PSBB

Josiah Michael.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Anggota DPRD Surabaya dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Josiah Michael tidak setuju apabila diberlalukan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) lagi di Kota Surabaya. Sebab, PSBB hanya akan membuat kehancuran ekonomi.

Menurut dia, hal terpenting adalah tata cara penanganan Covid-19. “Beberapa usulan kami mengenai micro lockdown telah dilakukan pemkot dalam versi Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Yang perlu digenjot lagi adalah melakukan swab test ke masyarakat, jangan rapid test. Sebab karena tingkat akurasinya beda. Saya sudah usulkan untuk menambah minimal tiga mesin PCR atau kalau memang terlalu mahal, bisa menggunakan mesin modifikasi mesin test TBC yang lebih murah, “ujar Josiah Michael, Kamis (18/6) malam.

Lebih jauh, dia mengatakan, jumlah test PCR yang menjadi syarat minimal WHO adalah 1/1000 per minggu dan banyak daerah yang masih jauh dari syarat minimal tersebut, termasuk Surabaya.

“Selain itu, mungkin yang perlu menjadi perhatian utama Pemkot Surabaya adalah masalah Isolasi mandiri. Kita bisa melihat sepertinya masyarakat tidak paham mengenai tata cara isolasi mandiri yang benar, sehingga penularan dalam keluarga juga menjadi faktor yang besar, “ungkap dia.

Josiah Michael yang juga ketua DPD PSI Kota Surabaya mengaku, sebenarnya sangat besar peluang menularkan Covid-19 ini adalah para orang tanpa gejala (OTG), karena mereka bisa bergerak kemana saja dan menularkan kepada siapa saja, tentu ini harus menjadi perhatian khusus. Dan para OTG ini akan mudah terdeteksi apabila test dapat dilakukan secara masif dengan swab test.

“Dengan adanya test secara masif ini tentu akan meningkatkan angka positif. Tapi kita tidak perlu khawatir, karena dengan diketahui sejak dini maka bisa segera dilakukan tindakan penanganannya dan ke depan tidak akan melonjak lagi karena angka pasti penderita sudah didapat. Seperti di Singapura kurva menanjak tajam karena mereka melakukan test secara masif, tap kemudian bisa kita lihat kurvanya hampir flat,”jelas Josiah Michael.

Dia juga mengingatkan warga untuk berdisiplin, karena saat ini dia melihat kedisplinan masyarakat sangat rendah, baik dalam penggunaan masker maupun physical distancing. Karena ini adalah kunci utama memutus mata rantai pemyebaran Covid-19. KBID-BE