KampungBerita.id
Headline Olahraga Teranyar

Raih Juara Tiga Piala AFF U-18 Myanmar, Timnas U-19 Fokus ke Piala Asia

Witan Sulaiman, Eggy Maulana, dan Muhammad Rafli bersuka ria usai mengalahkan Myanmar di perebutan juara ketiga

KAMPUNGBERITA.ID – Pelatih timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, mengaku puas dengan kemenangan timnya atas Myanmar. Ia pun langsung meminta pasukannya fokus ke Piala Asia U-19 yang akan berlangsung bulan depan. Dengan kemenangan itu, Timnas meraih juara ketiga Piala AFF U-18 Myanmar.

Seperti diketahui, Timnas U-19 menang 7-1 atas tuan rumah Myanmar pada perebutan tempat ketiga Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Minggu (17/9). Gol Garuda Nusantara dicetak Egy Maulana Vikri (dua gol), Muhammad Rafli (dua gol), Hanis Saghara (dua gol), dan Witan Sulaiman.

“Saya bahagia, hampir semua pemain kami main di turnamen ini, minus Rossy (Gianluca Pagliuca Rossy). Tidak ada perbedaan, kualitas hampir sama di tim kita. Ini penting karena kami menyiapkan generasi baru individu pemain,” kata Indra Sjafri.

“Saya bilang ke pemain agar jangan egois, makanya alhamdulillah kami menang besar dan meraih peringkat tiga. Usai ini kami fokus ke kualifikasi Piala Asia U-19 akhir Oktober nanti di Korea Selatan.”
Ini kedua kalinya timnas U-19 menang atas Myanmar. Sebelumnya, pada laga penyisihan grup, Garuda Nusantara juga menang 2-1.

“Myanmar saya lihat seperti pertandingan pertama mainnya, tapi hari ini kita lebih dominan. Dengan hasil ini, kami membantah bahwa timnas U-19 kurang produktivitas gol. Buktinya kami tim paling subur,” Indra Sjafri menambahkan.

Walau hanya menempati peringkat ketiga, timnas U-19 memang menjadi tim tersubur dalam turnamen. Garuda Nusantara membukukan 26 gol dan Egy Maulana Vikri jadi pemain tersubur dengan torehan delapan gol.
Indra Sjafri membeberkan rahasia di balik kemenangan telak timnya. Terutama ia membandingkan dengan laga-laga sebelumnya dan ketika kalah dari Thailand pada semifinal. Secara khusus, ia memberikan instruksi kepada pemain dalam sesi briefing.

“Saya berkata saat briefing, Coach sudah lihat semua pertandingan kalian. Yang salah siapa? Egois. Dengan melihat pertandingan tadi, anak-anak ada progres berarti. Nanti kami akan dapat pengalaman baru di Kualifikasi Piala AFC,” kata Indra.

Meski menang 7-1, Indra Sjafri tak mau sombong. Ia menilai, Myanmar tetap menjadi tim kuat dan memberikan tekanan. Hal itu memang terlihat sepanjang pertandingan. Myanmar beberapa kali mengancam gawang Muhammad Aqil Savik, namun mereka belum beruntung dan baru pada menit akhir mampu mencetak gol.

Indra mengucapkan terima kasih kepada anak asuhnya yang berjuang maksimal hingga meraih kemenangan. “Saya berterima kasih kepada anak-anak dan mereka akan ditempa terus, mudah-mudahan mereka semakin siap menghadapi Kualifikasi Piala AFC,” kata Indra.

Sementara Pelatih tim nasional (timnas) Myanmar Rabah Benlarbi tak bisa menutupi rasa kecewanya, setelah timnya dibungkam Indonesia dengan skor telak 7-1, dia pun menganggap para pemainnya seakan tak bermain pada laga ini.

“Saya merasa hari ini kami tak bermain (sepakbola). Kami memulai pertandingan dengan kesalahan yang tak seharusnya dilakukan. Di mana satu tim bermain dan tim lainnya hanya melihat, dan Myanmar menjadi tim yang melihat,” kata Benlarbi, dalam jumpa pers setelah laga.

Lebih lanjut, pelatih asal Prancis ini mengakui timnya memiliki masalah dari segi mental. Dia merasa Soe Moe Kyaw dan kawan-kawan tak mampu bangkit setelah gagal melaju ke partai final.
“Sebelum turnamen kami sudah melakukan persiapan soal mental, namun waktu persiapan yang ada tak cukup untuk hal tersebut. Tentu kami memiliki kelemahan yang harus diperbaiki, dan secara keseluruhan itu gol yang bodoh,” jelasnya.

“Simpel saja, kami tak bermain (sepakbola) hari ini. Hari ini tim saya seperti menjadi hantu, tak ada tim di pertandingan ini. Indonesia seakan bermain dengan bayangan,” keluhnya.
Lebih lanjut, Benlarbi mengungkapkan dirinya akan mulai fokus mempersiapkan tim guna menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19 2018. Mereka pun berencana bakal kembali memulai pemusatan latihan pada pekan depan.KBID-BOL

Related posts

Bulan Depan, Panen Raya Tembakau di Sumenep

RedaksiKBID

Raperda Tiket Disahkan, Pelaku Usaha di Telaga Sarangan Magetan Bakal Dikenai Retribusi

RedaksiKBID

Jelang Turunya Rekomendasi,PDIP Sebut Tiga Nama Paling Menonjol

RedaksiKBID