KampungBerita.id
Kampung Gaya Kampung Raya Surabaya Teranyar

Orang Tua Denok Harapkan Dukungan Pemkot Surabaya

Ghifara Denok Prameswari bersama ibunya diapit anggota DPRD Kota Surabaya, Hj. Siti Mariyam dan Hj. Zuhrotul Mar’ah.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Perjuangan panjang seorang anak dari pinggiran Kota Surabaya akhirnya membuahkan hasil. Ghifara Denok Prameswari, putri pasangan guru asal Asemrowo, yang dinobatkan menjadi Putri Kebaya Indonesia 2026 akan mewakili Indonesia dalam ajang internasional di Malaysia.

Denok adalah anak tunggal dari Lili Anani, guru TK Al Alim Dupak Timur, dan suaminya yang juga berprofesi sebagai guru di SDN Simomulyo 8. “Kami hanya guru biasa. Selama setahun menjabat ini semua biaya kami tanggung mandiri. Padahal undangan dari daerah-daerah terus datang. Paling tidak kami butuh dukungan transportasi,” ujar Lili Anani di Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, bakat Denok sudah terlihat sejak usia play group. Denok mengawali karir seninya di sanggar tari Cak Durasim hingga kelas 2 SD. Setelah itu selama empat tahun ia mendalami vokal, piano, dan organ di Purwacaraka. Tak berhenti di situ, Denok kemudian mengasah kemampuan di bidang catwalk, public speaking, dan bahasa Inggris. “Prosesnya panjang sekali. Kami tempuh sampai bisa seperti sekarang,” ungkap dia.

Lili mengaku bangga sekaligus prihatin. Bangga karena putrinya bisa mengharumkan nama Indonesia. Prihatin karena anak-anak berbakat yang lahir dari keluarga sederhana dan tinggal di kawasan pinggiran seperti Asemrowo, masih harus berjuang sendiri. “Harapan kami hanya satu kepada Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan memperhatikan anak-anak seperti putri kami. Beri dukungan, baik moral maupun finansial. Beri mereka tempat untuk mengasah prestasi,” tegas dia.

Dia berharap ke depan tidak ada lagi anak berbakat yang terkendala biaya. “Kami tinggal di pinggir rel kereta api. Tapi kami yakin, kalau ada perhatian dari pemerintah, anak-anak dari manapun bisa berprestasi,” ungkap dia.

Keberangkatan Denok ke Malaysia diharapkan menjadi awal agar pemerintah lebih serius menjaring dan membina talenta-talenta muda dari seluruh penjuru Surabaya, termasuk dari wilayah pinggiran. KBID-BE

Related posts

Pansus Raperda RDPD DPRD Kota Surabaya Usul Gratiskan Biaya Pemakaman

RedaksiKBID

BKPP Bojonegoro Sosialisasi Seleksi PPPK 2024, Tuntaskan Pegawai Non ASN

DJUPRIANTO

DPRD Surabaya Ingatkan Pemkot Jangan Gegabah Ambil Keputusan Bayar Tagihan Rp 104 M, Baktiono: Ini Kasus Lama, Telusuri Sejarahnya!

Baud Efendi