KampungBerita.id
Kampung Raya Olahraga Surabaya Teranyar

Sembilan Klub Ikuti Liga Futsal Surabaya Divisi I 2025, AFK Surabaya Siap Gulirkan Liga Anak 2026

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Hidayat Syah didampingi Ketua AFK Surabaya menyerahkan piala kepada juara LFS Divisi Utama 2025, Great Grace FC.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID
Sukses Kota Surabaya merebut medali emas Cabor Futsal Putra pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025, menjadi motivasi bagi Asosiasi Futsal Kota (AFK) Surabaya untuk menggulirkan Liga Futsal Surabaya (LFS) Divisi I. Pembukaan dilakukan di GOR Indoor Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/11/2025) siang.

Pembukaan Liga Futsal Surabaya (LFS) Divisi I secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah dengan melakukan tendangan bola. Hadir juga Ketua Askot PSSI Surabaya, Rocky Maghbal beserta jajaran dan para pemilik klub.

Hidayat Syah menyampaikan progres perkembangan olahraga futsal di Surabaya semakin maju. Apalagi pada Porprov Jatim IX 2025 di Malang Raya, Cabor Futsal Putra Kota Surabaya telah berjibaku merebut medali emas. “Saya melihat para pemain yang tampil di Liga AFK Surabaya ini menunjukkan semangat yang luar biasa. Mainnya juga bagus,”ungkap dia.

Ketua Askot PSSI Surabaya, Rocky Maghbal dan Abdullah bersama kapten  Kalimas FC, juara II LFS Divisi Utama.@KBID-2025.

Hidayat Syah semakin bangga setelah dapat info ada sejumlah pemain futsal Surabaya main di Thailand. Ini artinya olahraga di Surabaya, khususnya futsal semakin maju dan berkembang.

Lebih jauh, dia menilai, kemajuan olahraga di Surabaya, khususnya cabor futsal tak lepas dari sinergi dengan Pemkot Surabaya yang telah memberikan fasilitas kepada cabor-cabor yang cukup representatif. Sehingga mereka bisa berlatih dan berkompetisi dengan nyaman. “Mereka bisa menggunakan fasilitas yang dimiliki Pemkot Surabaya. Kadang di THOR maupun Gelanggang Remaja,” tandas dia.

Terkait digelarnya LFS Divisi I dan Divisi Utama 2025, Ketua AFK Surabaya, Abdullah mengatakan, digulirkannya LFS ini merupakan aspirasi dari anggota. Mereka mendorong AFK Surabaya untuk menggulirkan LFS Divisi Utama dan Divisi I karena memang sudah menjadi kebutuhan dari klub-klub anggota. “Atas aspirasi tersebut, kita coba diskusi-diskusi kecil dan Alhamdulillah akhirnya LFS bisa digulirkan,” ungkap dia.

Abdullah mengucapkan selamat kepada pemain Al Ahli, juara III LFS Divisi Utama.@KBID-2025.

 

LFS Divisi Utama ini diawali dari pramusim 2024. Artinya, klub-klub peserta Divisi Utama ini berasal dari klub-klub yang ikut berkompetisi di pramusim. Saat itu, Abdullah menyebut ada 10 klub yang ikut kompetisi pramusim. Tapi dalam perjalanannya, hampir setahun, empat klub mengundurkan diri. “Jadi tinggal enam klub yang berkompetisi di Divisi Utama 2025,” tandas dia.

Lebih jauh, Abdullah membeberkan, di awal November 2025 para anggota AFK Surabaya melakukan pertemuan lagi. Dari diskusi tersebut akhirnya diputuskan bahwa LFS Divisi Utama harus dilengkapi dengan Divisi I, sehingga pembinaan pemain bisa berkesinambungan. Akhirnya, Divisi I diikuti sembilan klub, yakni ANB FC, Bintang Barat, Espirito Futsalismo, Greatwall Surabaya, Indonesia Heroes, Surabaya Futsal Academy, Squadra FC, AFMS, LSA Academy. “Agar LFS nanti lebih  kompetitif, maka nanti akan diterapkan promosi dan degradasi,” imbuh dia.

Bahkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan, kata dia, AFK Surabaya juga mewacanakan menggelar Liga Anak (Grassroot), sehingga semua potensi dari anggota bisa terwadahi. Mulai dari usia dini hingga junior. “Ini masih kita diskusikan. Mudah-mudahan Liga Anak ini bisa kita gulirkan pada 2026, sehingga semua anggota terwadahi, ” ungkap dia.

Ditanya kalau LFS Divisi Utama dan Divisi I sudah berjalan lancar, apa ada wacana menggulirkan Divisi II atau Divisi III, Abdullah yang juga pemilik klub sepak bola Mitra Surabaya ini menegaskan,  jika memungkinkan dan menjadi kebutuhan bisa saja direalisasikan. Hanya saja, saat ini pihaknya masih fokus ke Divisi Utama dan Divisi I dulu, serta melihat perkembangannya seperti apa. “Ya, nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Kalau memungkinkan konsep LFS seperti apa, nanti kita akan desain dan kita kembangkan. Intinya seperti itu,” tandas dia.

Terkait sinergi dengan Pemkot Surabaya, ke depan apa yang akan dikembangkan? Menurut Abdullah, terkait persiapan untuk Porprov Jatim X 2027, di mana Kota Surabaya menjadi tuan rumah, Pemkot Surabaya meminta agar melakukan deteksi dini terhadap talenta-telenta, termasuk cabor futsal. Sehingga persiapan untuk Porprov 2027 nanti lebih masih, lebih lama, dan lebih matang.

HIdayat Syah membuka LFS Divisi I dengan menendang bola.@KBID-2025.

Selain itu, lanjut dia, ketika cabor futsal ini membutuhkan sarana dan prasarana untuk latihan atau menggelar kompetisi dipersilakan berkoordinasi dengan Disbudporapar seperti yang terjadi saat ini. “Kami dari AFK Surabaya diberikan fasilitas oleh Pemkot Surabaya, sehingga bisa mengadakan penutupan LFS Divisi Utama dan pembukaan Divisi I di GOR Indoor Gelora Bung Tomo,”pungkas Abdullah seraya menambahkan jika AFK Surabaya sudah ngelist ke Disbudporapar terkait kebutuhan-kebutuhan venue untuk Porprov 2027.

Sementara itu, LFS Divisi Utama 2025 telah menyelesaikan semua pertandingan. Tampil sebagai juara adalah Great Grace FC diikuti Kalimas FC (juara II), dan Al Ahli (juara III).

Selain menerima piala dan uang pembinaan, para pemain juga mendapatkan medali. KBID-BE

Related posts

Di Ajang ISNA 2022 Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Inovasi Smart Economi

RedaksiKBID

Sambut Kunjungan SMSI Kota Surabaya, Ini Harapan Dirut PDAM Surya Sembada

Baud Efendi

Polresta Sidoarjo Terus Gencarkan Larangan Balap Liar

RedaksiKBID