KampungBerita.id
Kampung Raya Politik & Pilkada Surabaya Teranyar

Sikapi Penolakan Eri Cahyadi, Yordan: Siapapun Kader PDI-P Harus Siap jika Ditugaskan Partai, Menolak Ada Konsekuensinya!

Plt Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Yordan Batara Goa bersama Ketua Fraksi DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Pasca pencopotan Adi Sutarwijono dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Jumat (2/5/2025), sejumlah nama masuk bursa calon Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya.Di antaranya Eri Cahyadi, Armuji, Syaifuddin Zuhri, Baktiono, Tri Didik Adiono, Eri Irawan, Fuad Bernardi dan lain-lain.

Nama Wali Kota Eri Cahyadi yang merupakan kader PDI-P berhembus cukup kencang untuk menduduki posisi yang cukup strategis tersebut. Namun dengan tegas pula, dia menolak dan memilih fokus pada amanahnya sebagai Wali Kota Surabaya.

Plt Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Yordan Batara Goa ketika dikonfirmasi soal munculnya sejumlah nama yang masuk bursa calon Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Senin (5/5/2025), mengaku senang. Hanya saja, dia belum bisa memberikan bocoran siapa kandidat terkuat. Karena itu menjadi kewenangan DPP.

Dia justru meminta kepada para media massa, menurut mereka siapa calon yang kompeten. “Yang jelas, siapapun bisa. Baik dari DPC maupun dari luar (DPC).Jadi kita tunggu saja,”elak dia seraya menyebutkan jika dirinya hanya fokus bagaimana kepengurusan ke depan, siapapun dia yang jadi pengurus periode berikutnya, bisa berjalan dengan lebih baik.

Menurut Yordan untuk memilih ketua DPC memang harus melalui mekanisme Konfederasi Cabang (Konfercab) PDI-P Kota Surabaya. Hanya saja, sampai sekarang ini DPC belum ada atau belum menerima instruksi dari DPP tentang kapan pelaksanaan Konfercab dan mekanismenya seperti apa.
“Sabar, kita tunggu saja.” tandas dia.

Sementara menyikapi penolakan Wali Kota Eri Cahyadi yang dirumorkan masuk bursa ketua DPC dan lebih memilih fokus sebagai Wali Kota, Yordan yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI-P Jatim menegaskan, siapapun kader PDI-P, kalau itu sudah menjadi keputusan DPP, ya kader tersebut harus menjalankannya.

“Jadi bukan masalah suka tidak suka atau siap tidak siap. Tapi kalau sudah mengantongi SK, ya harus dijalankan,” tandas dia.

Bagaimana kalau ada kader menolak SK DPP, apa konsekuensinya? Yordan menyebut menolak ditugaskan tentu ada konsekuensi yang harus diterima.

“Ya tentu akan ada evaluasi. Apakah penolakan tersebut beralasan atau dipertimbangkan. Ini tentu ada mekanismenya tersendiri, ” tegas dia.

Seperti diketahui, Eri Cahyadi yang dirumorkan namanya masuk bursa calon Ketua DPC PDIP kota Surabaya dengan tegas menolak. Dia memilih fokus pada amanahnya sebagai Wali Kota Surabaya.

Terlebih menurut dia, menjadi pemimpin di kota Surabaya ini sangat berat tantangannya.

“Saya akan menjadi Wali Kota Surabaya saja. Jadi Wali Kota Surabaya itu abot (berat). Kalau aku merangkap jadi DPC begitu tambah abot (semakin berat),” ungkap Eri Cahyadi.

Dia menilai jabatan sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya sebaiknya diamanahkan kepada kader- kader yang lebih mumpuni dalam pengelolaan partai politik.

Meski demikian, Eri Cahyadi menyatakan, bakal tetap mendukung setiap langkah dan kebijakan partai, siapapun yang nantinya ditunjuk untuk memimpin PDI-P Surabaya.

“Saya rasa masih banyak kader PDI-P yang lebih kompeten. Saya tetap akan support terus,”pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Sempat Hilang Truk Kontainer Ditemukan, Muatan Lenyap

RedaksiKBID

Truk Brok Seruduk Kendaraan di Traffic Light Sidoarjo, Dua Orang Terluka

RedaksiKBID

200 Napi Lapas Kelas 1 Surabaya Porong di Tes Swab

RedaksiKBID