Soal Bacawawali, Machfud Arifin akan Bahas dengan Partai Pengusung

Machfud Arifin.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya Machfud Arifin (MA) yang diusung delapan parpol, PKB, Gerindra, PAN, PPP, Golkar, NasDem , Demokrat, dan PKS sudah siap bertarung di Pilwali 2020. Hanya saja, siapa bakal calon wakil walikotanya (Bacawawali) yang akan diusung hingga kini masih menjadi teka -teki, meski parpol pengusung sudah menyodorkan sejumlah nama.

Kendati berkali- kali didesak untuk menyebutkan calon pendampingnya, MA selalu berkelit dan bilang pada saatnya nanti akan diumumkan ke publik. “Akan kami umumkan last minute, seperti Presiden Jokowi,” ujar MA.

Menurut dia, soal wakil, saat ini masih dalam proses dan memberi kesempatan siapa saja untuk mengajukan diri.

“Hal ini adalah wajib, karena saya akan memilih yang terbaik dari yang baik.Dan pastinya juga melalui pertimbangan dari partai pengusung,” ungkap MA, kemarin.

Soal kriteria calon, mantan Kapolda Jatim menegaskan, jika calon pendampingnya harus memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun dan memajukan Surabaya agar lebih baik lagi. Selain itu, juga harus bisa mendongkrak perolehan suara dirinya, tidak malah merepotkan atau membebani.
“Jadi, bisa saja calon wakil saya nanti dari birokrasi (pemerintahan), kiai, profesional, pengusaha, politisi dan lain-lain. Semua bisa. Yang penting memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun Surabaya. Misalkan saya punya program A, tapi dia (wakil) malah program B.Jadi malah tidak nyambung,”ujar MA yang asli Arek Ketintang, Surabaya ini.

Lebih jauh, MA menegaskan, bahwa dalam membangun Surabaya dirinya berpikir loncat sesuai visi dan misinya. Karena apabila lambat, Surabaya akan tertinggal. “Membangun Surabaya tidak bisa hanya dengan tangga, melainkan harus dengan lift atau eskalator agar tidak ketinggalan,” ungkap MA.

Sementara itu ada sejumlah nama yang disodorkan parpol pengusung, di antaranya Mujiaman,Laila Mufidah (PKB), Gus Hans, Gamal Albinsaid (Gerindra),
Lia Istifhama, Buchori Imron (PPP) , Reni Astuti, Akhmad Suyanto (PKS)dan lain-lain.

Bahkan belakangan muncul nama Siti Anggraenie Hapsari. Kader Partai Demokrat yang berprofesi sebagai notaris ini langsung menjadi perhatian masyarakat Surabaya. KBID-BE