KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

DPRD Nilai Surabaya Butuh Sentralisasi Pusat Oleh-oleh dan Kerajinan Khas Surabaya

DPRD Surabaya
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah.@KBID2022

KAMPUNGBERITA.ID – Banykanya kerjinan dan oleh-oleh khas Surabaya yang tersebar di sejumlah titik dinilai perlu dilakukan sentralisasi agar karakter Suroboyo yang melekat pada produk-produk tersebut semakin kuat. Sehingga ujar kalangan DPRD Surabaya, keperpihakan Surabaya terhadap pelaku UMKM terlihat nyata di mata masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah makin bangga saat menemukan sejumlah outlet di Kota Surabaya menampilkan produk otentik. “Saya makin bangga kalau pakai batik khas Suroboyo. Dengan motif Semanggi atau desain otentik dan originalitas lainnnya, akan menjadi pembeda dari daerah lain,” kata Laila Mufidah saat meninjau Surabaya Kriya Gallery (SKG).

SKG adalah semacam pusat oleh-oleh. Laila lebih senang jika identitas pusat oleh-oleh itu juga kuat rasa Suroboyonya, misalnya dengan nama tokoh tekenal dalam sejarah Surabaya atau nama sayuran khas Surabaya macam Semanggi. “Bisa juga nama tokoh terkenal seperti Sawunggaling. Jadi, ingatan warga atau pengunjung luar Kota Surabaya kalau ingin oleh-oleh ya ke Sawunggaling,” tambah Laila.

Menurutnya, selama ini, pusat oleh-oleh Surabaya tersebar tempatnya. Menurut Laila, akan lebih memudahkan pengunjung jika keberadaan pusat kerajinan dan sejenisnya itu dijadikan satu, bukan terpisah-pisah seperti saat ini. Selain SKG MERR, ada juga sebenarnya SKG di Gedung Siola, Kebun Binatang Surabaya (KBS), RSUD BDH, Sentra Ikan Bulak (SIB), Terminal Joyoboyo, Park and Ride, hingga di kawasan religi Ampel. Pengembangan pusat kerajinan itu sebagai bukti nyata bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serius menggerakkan ekonomi ketakyatan.

Apalagi APBD 2022 ini, konsentrasi kebijakan anggaran untuk pengembangan UMKM. Sebanyak 40 persen anggaran belanja barang dan jasa dikonsentrasikan untuk kemajuan UMKM. Jika produk unggul mereka dikumpulkan menjadi satu di lokasi yang tepat dan reprsentatif, maka akan bedampak pada keberlangsungan UMKM ke depan. Seiring kunjungan wisatawan luar Surabaya diprediksi juga akan meningkat.
“Semua lini harus bergerak demi kemajuan UMKM. Termasuk dengan mengggandeng pusat bisnis dan pengembang dalam pemasaran produk UMKM,” kata Laila Mufidah. KBID-BE-PAR

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Akreditasi Habis, 12 RS di Jatim Diputus Kontrak BPJS

RedaksiKBID

Jumlah Fraksi di DPRD Kota Surabaya 2024-2029 Berpotensi Berkurang

Baud Efendi

Reni Astuti Minta Dinkes Penuhi Hak Keluarga Meninggal Akibat Covid-19 Dapatkan Santunan Rp 15 Juta

RedaksiKBID