
KAMPUNGBERITA.ID – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Surabaya.
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, menegaskan keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama. “Kejadian ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap sepele,” ujar Johari yang akrab disapa Bang Jo dikutip Rabu (13/5/2026).
Untuk itu, dia meminta Pemkot Surabaya bersama instansi terkait segera menangani seluruh siswa yang terdampak. Dia juga menekankan agar seluruh korban mendapat pelayanan kesehatan maksimal hingga dinyatakan pulih sepenuhnya.
Selain penanganan medis, Bang Jo juga mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terhadap rantai penyediaan MBG. Mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, higienitas dapur, hingga mekanisme distribusi harus dievaluasi ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mendukung penuh program pemenuhan gizi bagi anak sekolah. Tapi pengawasan kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai niat baik justru membahayakan kesehatan siswa,” tegas dia.
Bang Jo juga meminta Pemkot bersikap transparan dengan mempublikasikan hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi secara terbuka kepada masyarakat. Tujuannya agar publik mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Untuk itu, Bang Jo berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk memperkuat jaminan keamanan program pelayanan publik, khususnya yang menyentuh langsung anak-anak.
“Mudah-mudahan seluruh siswa yang terdampak segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” kata dia.
Senada dengannya, Anggota Komisi B DPRD Surabaya, H. Budi Leksono, S.H mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya wajib hadir untuk turut mengawasi program prioritas nasional Pemerintah Pusat agar tidak menjadi kendala yang berarti. Mengingat, Kota Surabaya adalah Kota Layak Anak.
“Terkait dengan pengawasan, sebenarnya menu-menu yang ada dalam makanan tadi sudah sesuai dengan kriteria sehat. Sedangkan lokasi dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang membuat makanan tersebut memang sudah sangat higienis dan sesuai standar kebersihan tidak diragukan lagi, namun dengan adanya musibah ini maka menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Kota,” katanya.
“Catatan ini bahwa Kota Surabaya adalah Kota Layak Anak, sehingga setidaknya makanan untuk anak-anak harus benar-benar lebih dijaga lagi di kedepannya. Termasuk tingkat kegemaran makanannya dan kualitas kesehatan dari makanannya,” imbuhnya.
Budi Leksono atau yang biasa akrab disapa Haji Buleks mengatakan, karena ini berhubungan dengan kualitas dan kehigienisan menu yang ada di MBG (Makan Bergizi Gratis) supaya lebih terjamin lagi dikedepannya, maka dirinya mendorong intervensi Pemerintah Kota.
“Nah ini perlu keterlibatan Pemerintah Kota untuk turut serta mengawal program Pemerintah Pusat dalam pengawasan dan evaluasi yang lebih intens. Agar musibah ini tidak terjadi lagi dikedepannya, dan ini sangat perlu dilakukan,” jelasnya.
Berkaca dari musibah tersebut, Haji Buleks berharap insiden ini tidak terulang lagi di kota-kota lain, mengingat Kota Surabaya juga adalah Kota besar dan merupakan Kota Metropolis ke-2 di Indonesia.
“Ini mengingatkan kita semua jangan sampai hal ini kembali terulang lagi di kota-kota lain, karena Surabaya ini kan Kota Besar. Dan mungkin secara transparansi menu pada makanan-makanan tersebut sudah sesuai standar dari BGN (Badan Gizi Nasional), tetapi dengan adanya musibah ini jangan sampai menghambat program nasional dari Pemerintah Pusat,” terangnya. KBID-PAR-BE

