KampungBerita.id
Kampung Gaya Kampung Raya Madrasah Surabaya Teranyar

Ribuan Siswa Surabaya Terima Beasiswa PIP, Ketua NasDem Surabaya: Aspirasi dari Anggota Komisi X DPR RI Lita Machfud Arifin

Ketua DPD NasDem Surabaya, Syaiful Ma’arif memberikan pengarahan kepada warga Surabaya penerima beasiswa PIP aspirasi anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID- Ribuan siswa jenjang TK hingga SMA/SMK di Surabaya menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di Kantor DPD Nasdem Kota Surabaya, Minggu (14/6/2026).

Bantuan jalur aspirasi Komisi X DPR RI yang disalurkan lewat Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya, Syaiful Ma’arif itu menyasar 1,9 ribu siswa Surabaya dari total 19 ribu lebih untuk warga Jawa Timur.

PIP adalah bantuan dana pendidikan dari pemerintah untuk siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin. Besaran bantuan Rp 450.000/tahun untuk SD, Rp 750.000 untuk SMP, dan Rp 1.000.000 untuk SMA/SMK.

Program ini sudah berjalan sejak 2017, namun berdasarkan komunikasi langsung dengan penerima, mayoritas baru mengetahui dan baru menerima sekarang. “Dari beberapa komunikasi saya dengan penerima PIP ini, ternyata baru tahu dan baru dapat sekarang, padahal berdasarkan informasi yang saya dapatkan sudah ada sejak 2014. Pertanyaannya kemana sampainya?” ujar Syaiful Ma’arif.

Beasiswa tersebut merupakan hasil usulan Lita Machfud Arifin, anggota DPR RI Komisi X. Jalur aspirasi ini menjadi jalan pintas agar dana pendidikan langsung menyentuh siswa yang selama ini luput dari pendataan.

Lemahnya sosialisasi jadi penyebab utama warga baru tahu PIP sekarang. Penerima PIP ditentukan lewat data Dapodik sekolah yang dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kalau keluarga belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS) atau sekolah tidak aktif mengusulkan, nama siswa tidak akan muncul sebagai penerima.

Tidak ada notifikasi langsung ke orang tua. Sekolah wajib mengecek SK Nominasi di sistem SIPINTAR Enterprise, lalu menginformasikan ke siswa untuk aktivasi rekening. Jika sekolah tidak proaktif, SK bantuan bisa “ngendon” tanpa dicairkan.

Syaiful Ma’arif berharap Pemkot Surabaya, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah lebih masif mensosialisasikan PIP. “Tanpa jemput bola seperti ini, banyak anak potensial yang tetap putus sekolah karena biaya. PIP harus benar-benar sampai ke yang berhak,” tegas dia. KBID-BE

Related posts

Dua Kurir Sabu Ditangkap Satreskoba Polresta Sidoarjo

RedaksiKBID

Pj Bupati Bojonegoro Resmikan Sanggar Seni Mustika Sari

DJUPRIANTO

DPMD Bojonegoro Gelar Sosialisasi Program Jatim Puspa 

RedaksiKBID