
KAMPUNGBERITA.ID
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Amanah Nasional (PAN), Ghofar Ismail melaksanakan jaring aspirasi masyarakat atau reses di RT-08/RW-08 Dukuh Kupang Utara II, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Rabu (7/10/2026) malam.
Dalam reses yang berlangsung gayeng dan penuh canda tawa itu, Ghofar yang juga Sekretaris Komisi B (Bidang Perekonomian dan Keuangan) DPRD Kota Surabaya menerima keluhan warga terkait soal desil yang tak sesuai fakta di lapangan, harga bahan pokok yang naik, serta permintaan panggung untuk kegiatan warga.
Warga RT 8, Ibu Hartono misalnya, dia menyampaikan keluhan jika keluarganya masuk desil 6, padahal suaminya hanya kerja kuli bangunan? ” Tolong dibantu apa bisa desil itu diubah. Karena tidak sesuai dengan kondisi kami,” ujar dia.
Merespons keluhan warga,
Ghofar menjelaskan Pemkot Surabaya bersama RT, RW, dan LPMK telah melakukan rembuk warga terkait pemutakhiran data desil. Hasilnya, status ekonomi warga RT 8 mengalami perbaikan. “Kita sudah menyampaikan kepada warga. Pak RT, RW, dan LPMK juga sudah mengadakan rembuk masalah desil. Hasilnya ada sinkronisasi bahwa desil sudah dihapus, bahkan sudah ada surat pernyataan dari hasil rapat warga. OPD terkait juga sudah survei ke RT 8,” ujar dia.
“Alhamdulillah hasilnya sudah ada perubahan data yang kemarin desil 6 sekarang ini sudah ada data di bawah desil 3 dan 4. Ini menunjukkan bahwa warga masyarakat di RT 8 akan banyak mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial atau Pemkot Surabaya,”tambah Ghofar
Dia menegaskan, Pemkot Surabaya tidak lagi menjadikan desil sebagai satu-satunya syarat.
“Alhamdulillah kemarin Pak Wali Kota sudah menyampaikan bahwa desil bukan jaminan untuk mendapatkan bantuan. Jadi, semua tergantung rapat pleno dengan warga disaksikan Pak RT, RW, dan OPD terkait,” tegas dia.
Mengenai keluhan soal harga bahan pokok yang melambung, dia menyebut faktor cuaca panas membuat hasil pertanian menurun. “Masalah bahan pokok memang sekarang ini melambung karena dampak cuaca panas, sehingga masalah pertanian itu mengurangi dari hasil pendapatan. Sehingga banyak bahan pokok terutama beras, lombok, bawang merah, tepung, minyak semuanya agak naik sedikit,” jelas dia.
Guna meringankan beban warga, lanjut dia, Pemkot Surabaya melalui Dinas Penanaman Modal dan Dinas Koperasi rutin menggelar operasi pasar.
“Pemkot dengan Dinas Penanaman Modal dan Dinas Koperasi sering turun ke warga, terutama di tiap kelurahan maupun kecamatan dengan mengadakan bazar murah dan operasi pasar. Ini yang sudah digalakkan seminggu atau sebulan sekali untuk membantu warga Surabaya mendapatkan bahan pangan yang murah,” ucap dia.
Terkait permintaan panggung untuk kegiatan warga, Ghofar menyatakan kesanggupannya merealisasikan permintaan warga itu. “Masalah panggung ini kan sangat sensitif, sangat dibutuhkan oleh warga dalam kegiatan-kegiatan pentas seni, senam, hari-hari besar baik agama maupun hari besar kemerdekaan atau hari besar nasional. Insyaallah masalah panggung nanti saya akan membelikan sendiri melalui dompet pribadi, bukan menggunakan dana APBD Kota Surabaya,” pungkas dia.
Ketua RT-8/RW-8 Dukuh Kupang Utara II, Prianto mengucapkan terima kasih kepada Ghofar Ismail yang melaksanakan reses di wilayahnya.
Terkait keluhan data desil, Prianto memastikan persoalan tersebut telah tuntas. “Masalah desil, warga kami memang waktu itu sudah enggak mengurusi ternyata sekarang kan sudah selesai. Kemarin orang dari Dinsos datang ke RT 8 dan warga yang keberatan disuruh menyanggah. Sudah dikomando sama orang Dinsos. Ternyata hari ini tadi sudah datang petugas kelurahan untuk memverifikasi validasi untuk desil. Sekarang di RT 8 tidak ada masalah untuk masalah desil,” jelas dia.
Prianto juga menyoroti usulan pengadaan fasilitas panggung untuk kegiatan warga. “Ya, masalah panggung karena di RT 08 memang sangat membutuhkan. Ternyata Pak Gofar mau mengeluarkan uang pribadi untuk buat panggung,”ujar dia seraya berharap bantuan fasilitas tersebut segera terealisasi untuk mendukung kegiatan senam, pentas seni, dan peringatan hari besar di lingkungan.
Lebih jauh, Ghofar membeberkan program-program dari Pemkot Surabaya yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Bahkan, dia mendorong warga mengusulkan program-program pembangunan melalui Musrenbang tingkat RT/RW, jika ingin dapat bantuan dari APBD. Ini tugas RT dan RW. Mereka mengusulkan melalui Program Musrenbang. Setiap tahun harus mengusulkan program-program pembangunan karena itu merupakan visi misi Wali Kota.
Ghofar juga mengingatkan adanya Dana Kelurahan (Dakel). “Usulan itu bisa lewat dana kelurahan, karena setiap kelurahan dapat anggaran Rp 2 miliar. Dengan jumlah tersebut memang tidak semua dapat bantuan, karena RT/RW itu banyak. Yang jelas, Pak RT/ RW harus memperjuangkan warganya agar dapat bantuan tersebut,” tegas dia.
Selain itu, lanjut Ghofar, warga juga bisa mengusulkan lewat pokok-pikiran (Pokir) anggota DPRD. “Di sini warga dapat bantuan pavingisasi, saluran air, penerangan jalan umum. Warga RT-8 harus bersyukur karena punya wakil yang bisa memperjuangkan itu,”tegas dia.
Ghofar juga menekankan pengawasan warga terhadap proyek-proyek Pemkot Surabaya di wilayahnya. “Kalau ada pembangunan di wilayahnya silakan diawasi bareng-bareng. Jika proyek tersebut tidak sesuai harus disetop dulu. Jangan sampai pembangunan selesai baru lapor DPRD karena proyeknya amburadul,”tutur dia.
Ghofar juga menegaskan semua pelayanan masyarakat bersifat nol-rupiah alias gratis. “Semua kegiatan di OPD, baik untuk proyek pembangunan fisik, pendidikan, kesehatan, dan sosial, semua pakai APBD Kota Surabaya. Bukan dana partai,” kata dia.
Di Bidang Kesehatan, Ghofar menyatakan warga bisa berobat gratis di rumah sakit milik Pemkot Surabaya seperti RSUD Dr. BDH, RS Soewandhie, dan RS Eka Candrarini dengan menunjukkan KTP dan KK.
“Kalau punya KTP dan KK langsung gratis. Kalau di swasta bayar. Pokoknya, kalau ada yang ruwet di rumah sakit milik Pemkot silahkan telepon saya, nanti akan saya bantu memfasilitasi,” tandas dia.
Di Bidang Pendidikan, untuk jenjang pendidikan SD-SMP gratis dengan dana BOS. Untuk SMA/SMK yang merupakan kewenangan Pemprov Jatim, Pemkot juga punya program beasiswa Pemuda Tangguh. Ghofar juga memiliki program PIP untuk SD-SMP yang bisa diusulkan lewat RT/RW.
Di Bidang Sosial dan Ekonomi, Ghofar menyebut warga pelaku UMKM bisa mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan e-Peken gratis agar usahanya bisa naik kelas. Bahkan kalau makanannya enak bisa ikut bazar di kecamatan. Selain itu, juga ada program rumah tidak layak huni (Rutilahu) Rp 35 juta untuk rumah tidak layak huni.
Terakhir, Ghofar berpesan agar warga RT 8 menjaga kekompakan, kerukunan dan soliditas untuk membuat program-program pembangunan. “Ayo RW 8 kompak bikin program pembangunan. Jaga persatuan kesatuan, terutama lingkungan dan keamanan,” pungkas dia. KBID-BE

