
KAMPUNGBERITA.ID-Anggota DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta mendapat kepercayaan dari Askot PSSI Kota Surabaya menjadi manajer tim sepak pola putra Kota Surabaya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 yang akan berlangsung di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kita Batu) pada Juni atau awal Juli
Bagi Yuga, kepercayaan ini adalah sebagai tanggung jawab besar, mengingat target yang diberikan oleh Ketua Askot PSSI Kota Surabaya Roky Maghbal tidak main-main, yakni merebut medali emas. Karena tim sepak bola Kota Surabaya sudah beberapa kali tidak berhasil mendapatkan medali emas di ajang bergengsi tersebut.
Apalagi Surabaya dikenal sebagai barometer persepakbolaan di Jatim, bahkan nasional. Kota berjulukan “Kota Pahlawan” ini sebenarnya pencetak pemain-pemain yang luar biasa dan bisa bersaing di tingkat nasional yang sekarang ini dipenuhi pemain-pemain abroad, pemain yang merumput di luar negeri. Seperti, Marcelino Ferdinand maupun Rizky Ridho.
“Mereka ini adalah bibit unggul dari Surabaya. Kami ingin menguatkan itu dengan cara tim sepak bola yang diisi pemuda-pemuda Surabaya ini nantinya bisa juara di Porprov IX Jatim 2025, ” ujar dia.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini secara blak-blakan mengakui, persaingan cabor sepak bola di arena Porprov IX Jatim 2025 bakal sengit. Mengingat kekuatan masing-masing daerah cukup merata dan berkembang. Karena itu, perjuangan tim sepak bola Kota Surabaya tidak mudah, sehingga butuh dukungan dari seluruh masyarakat Surabaya.
“Ya, target yang diberikan kepada kami cukup tinggi, yakni harus juara atau merebut medali emas. Untuk mewujudkan itu, persiapan yang kami lakukan pun enggak main-main,” ungkap Yuga.
Meski event tersebut baru berlangsung enam bulan lagi, namun Askot PSSI Surabaya sudah melakukan seleksi pemain dan juga latihan rutin.
Seleksi untuk pemain U-20 tersebut diambil dari 60 klub anggota Askot PSSI Kota Surabaya. “Kemarin itu yang ikut seleksi ada 180 pemain. Nanti akan kita kerucutkan menjadi 23 atau maksimal 35 pemain. Jadi saat ini masih proses seleksi, “ungkap dia.
Selain dari klub-klub anggota Askot PSSI Kota Surabaya, Yuga sebenarnya ingin merekrut pemain dari
Elite Pro Academy (EPA) Persebaya. Tapi ada persyaratannya, yakni pemain yang belum didaftarkan EPA Persebaya ke PSSI.
“Misalnya pemain EPA Persebaya ada 40, tapi yang didaftarkan resmi hanya 25 pemain. Sisanya, 15 pemain itu bisa direkrut tapi dengan syarat ber-KTP Surabaya,” tambah dia.
Kapan dilakukan training center (TC) atau pemusatan latihan, Yuga yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya menuturkan, pemusatan latihan akan dilakukan saat Ramadan atau awal Maret. Latihan akan dilakukan pada malam hari. Selain di Surabaya, pemusatan latihan kemungkinan juga dilakukan di luar kota dalam bentuk uji coba.
“Intinya, kita ingin mendapatkan hasil maksimal dan enggak main-main. Ini juga selaras dengan tujuan Pak Wali Kota Eri Cahyadi yang visi misinya ingin tim sepak bola ini bermaterikan pemuda-pemuda tangguh dan kuat di Surabaya. Jadi, prestasi di jalur non-akademis, yakni menjadi atlet olahraga ini juga harus disupport,” beber dia.
Sementara untuk menukangi tim sepak bola Kota Surabaya, kata Yuga, pihaknya juga tidak mengambil pelatih yang kaleng-kaleng atau biasa saja. Askot PSSI Surabaya telah menunjuk mantan pemain Persebaya dan Dewa United yang pernah menimba ilmu di SAD Uruguay selama setahun, M Syaifuddin sebagai head coach atau pelatih kepala.
Dengan pelatih yang memiliki curriculum vitae (CV) cukup mentereng dan juga berlisensi B AFC, Yuga berharap bisa membawa Kota Surabaya untuk mendapatkan hasil maksimal.
Terlepas dari itu, lanjut dia, dukungan dari Pemkot Surabaya juga luar biasa. Dalam artian, Pemkot Surabaya memberikan fasilitas latihan atau hal apa saja. “Pemkot Surabaya dalam hal ini Disbudporapar sangat mendukung pencapaian prestasi dengan memberikan fasilitas latihan, ” tandas dia.
Melihat peta persaingan dan persiapan yang cukup panjang, apa tim sepak bola Kota Surabaya yakin bisa meraih emas, Yuga dengan tegas menyatakan kalau secara teknis, dirinya sangat optimistis. Tapi dia melihat di sepak bola ini ada dua faktor yang menentukan, yakni faktor teknis dan nonteknis.
“Untuk faktor teknis, soal teknis permainan dan lain-lain saya serahkan ke tim pelatih. Tapi untuk faktor nonteknis kami siap mengantisipasi. Saya ada di sini, ya untuk menghadapi itu. Yang jelas, target kami juara. Kami enggak mau main-main,” pungkas politisi muda yang dikenal vokal ini. KBID-BE

