KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Komisi C Dorong Pemkot Surabaya Selesaikan Pembangunan JLLB

Baktiono
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Komisi C DPRD Kota Surabaya mendorong Pemkot Surabaya segera menyelesaikan pembangunan jalan lingkar luar barat (JLLB) yang ditargetkan tuntas akhir tahun ini.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono, JLLB ini sangat penting mengingat kondisi lalu lintas di Surabaya Barat sudah mulai padat.
“Surabaya Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik, kondisinya mulai padat. Karena itu, JLBB harus segera diselesaikan, “ujar dia, Rabu (22/9/2021)
.
Politisi senior PDI-P ini berharap pembangunan JLLB yang sempat terhenti karena pandemi Covid-19 secepatnya bisa dilanjutkan kembali.Ini karena pembebasan lahan mayoritas hampir selesai, bahkan sudah ada pemenang lelangnya. Apalagi, pembangunan JLLB yang sebelumnya untuk memperlancar akses ke Stadion Bung Tomo, salah satu venue Piala Dunia U-20, dapat bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim, bahkan Pemkot Surabaya sendiri sudah menyiapkan anggaran.

“Sejak pandemi Covid-19, semua pekerjaan nasional anggarannya direfocusing untuk penanganan Covid-19. Bahkan, banyak pembangunan jalan tol yang ditunda. Tapi sesuai Perpres perawatan atau pemeliharaan tetap harus dilakukan, ” ungkap dia.

Baktiono menambahkan, JLLB dikerjakan sejak 2019 merupakan proyek multiyears dengan anggaran Rp 100 miliar.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat awalnya hanya membantu pembangunan JLLB di kawasan Simpang Romokalisari atau sebelum pintu keluar tol Romokalisari belok kiri hingga Simpang Empat Romokalisari yang panjangnya sekitar 1,5 km. Bahkan, progres pembangunan ruas itu sudah sekitar 55 persen.

Untuk mengebut ruas jalan yang disiapkan untuk Piala Dunia U-20, Presiden Jokowi kemudian menambah alokasi bantuan.

Lokasi kedua bertempat di ngaian ruas dari Simpang Empat Romokalisari hingga rel kereta api Sememi yang panjangnya 3,2 km yang sudah diuruk.

Lantas bagaimana dengan jalur lingkar luar timur (JLLT), Baktiono menyatakan proyek tersebut masih terganjal pembebasan lahan.

“Untuk JLLT sebenarnya tidak terlalu mendesak seperti JLLB. Yang jelas, kalau semua jadi (JLLB dan JLLT), ya bagus, ” ungkap dia.

Untuk JLLT yang nanti melintas pesisir pantai di Kenjeran, lanjut Baktiono, Pemkot Surabaya akan melakukan penataan kawasan seperti di luar negeri, yakni kota yang menghadap sungai (Water Front City).

“Selama ini kultur kita sungai itu kan disingkur, ada di belakang dan untuk pembuangan. Konsep Pemkot nanti kota menghadap ke sungai. Ini jauh lebih bagus dan bersih,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

FPDIP Sebut Kritik Terkait Kinerja Pejabat Pemkot Berlebihan

RedaksiKBID

Sidak Proyek Box Culvert, Komisi C Minta Pemkot Surabaya Evaluasi Kinerja Kontraktor

RedaksiKBID

PENA 98 Tolak Capres Tuan Tanah, Pelanggar HAM, dan ‘Berbau’ Cendana

RedaksiKBID