KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Laba BPR Jatim Turun, Hanya Setor Deviden Rp 5,2 Juta ke Pemkot Surabaya

Lutfiyah
Ketua Komisi B, Hj. Luthfiyah.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Selama semester I 2021, Pemkot Surabaya menerima deviden sebesar Rp 5,2 juta dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim. Sementara modal yang disuntikkan ke BPR sebesar Rp 198 juta.

Hal ini terungkap dari hearing Komisi B DPRD Kota Surabaya dengan manajemen BPR Jatim yang juga dihadiri Kabag Perekonomian dan Badan Usaha Daerah Pemkot Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, Selasa (21/9/2021) petang.

Ketua Komisi B, Hj. Luthfiyah mengatakan, pihaknya tahu jika pandemi Covid-19 ini benar-benar memukul sektor perekonomian, termasuk BPR Jatim. Karena itu, Komisi B tidak menekankan target pendapatan yang akan disetorkan ke Pemkot Surabaya sebagai induk BUMD di Surabaya.

“Kami ingin mengetahui kinerja BPR Jatim selama semester I-2021. Berapa besaran deviden yang akan diberikan kepada Pemkot Surabaya?

Menurut dia,
dalam buku putih tertera soal laba, aset, penyaluran kredit, penambahan nasabah, profit, dan deviden. Jadi, sudah sangat jelas nilai rupiahnya. Namun, Komisi B tidak menekankan kepada BPR Jatim profit perusahaan tidak harus sesuai dengan yang ada di buku putih.

“Kan bisa saja realisasinya di luar dari target BPR Jatim, misalnya tidak mencapai target keuntungan, sehingga dana yang disetor ke Pemkot Surabaya berkurang,”terang politisi perempuan Partai Gerindra ini.

Anggota Komisi B lainnya, John Thamrun juga menanyakan kepada manajemen BPR Jatim, seberapa besar kontribusi penyaluran kredit BPR Jatim di sektor UMKM di Surabaya.

Menanggapi ini, Pemimpin Divisi Perencanaan BPR Jatim, Ari Tohar mengatakan, karena backbone BPR Jatim adalah kredit UMKM, maka sekitar 80 persen penyaluran kreditnya mayoritas ke sektor UMKM. “Kredit yang kita salurkan porsi terbesar di sektor UMKM,”tandas Ari Tohar.

Lebih jauh, dia menerangkan, pada 2020 laba yang diraih BPR Jatim sebesar Rp 4,230 miliar. Jumlah tersebut termasuk turun, jika dibandingkan pada 2019 yang memperoleh keuntungan sebesar Rp 4,4 miliar.

“Estimasi kita untuk setoran PAD ke Pemkot Surabaya pada 2021 ini hanya sekitar Rp 5,2 juta saja dari total modal yang diberikan Pemkot Surabaya sebesar Rp198 juta. Kecil memang, karena selama pandemi Covid-19 profit kita juga terganggu signifikan, ” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Nasib Pedagang Pasar Turi Kini, Jadi Sopir hingga Menganggur

RedaksiKBID

MoU dengan Pengusaha Wisata, Pemkot Surabaya Ajak Warga Kota Jadi Bagian dari Investasi

RedaksiKBID

Usai Aksi Rusuh di Surabaya, Ratusan Orang Tua Jemput Anaknya di Mapolda Jatim

RedaksiKBID