
@KBID2020
KAMPUNGBERITA.ID – Wali Kota Ika Puspitasari (Ning Ita) dan Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria komitmen pacu program percepatan pembangunan Kota Mojokerto.
Dalam mendukung program tersebut sejumlah langkah sudah di tempuh diantaranya penanganan banjir di sejumlah wilayah, menumbuhkan pusat-pusat perekonomian dan Kota Wisata.
Mengenai penanganan banjir Pemkot telah melakukan sejumlah langkah yakni perbaikan sistem drainase secara terpadu (biopori, sumur resapan, busem). Selain itu normalisasi saluran primer sepanjang 24,248 meter, sekunder 91,158 meter, dan tersier sepanjang 248,542 meter.
Serta pengadaan sarana pendukung seperti pompa, rumah pompa, pompa portable, excavator dan truk. Dan mengoptimalkan program kali bersih (Prokasih) di tingkat lingkungan, dengan harapan mampu mengurangi volume sampah.
“Sebagai kota yang dikelilingi dengan berbagai aliran sungai, tentunya sampah – sampah tersebut tidak datang secara regional saja ya. Artinya, Kota Mojokerto berada di tengah – tengah sehingga sering kali mendapatkan kiriman sampah dari hulu ke hilir, ” jelas Ning Ita, saat Ngopi Bareng, Senin (24/2/2020).
Sedangkan kepada warga kota sendiri, ing Ita sudah memberikan edukasi dan sosialisasi agar tidak membuang sampah di sungai dan selalu memanfaatkan TPA atau TPST sebagai tempat pembuangan sampah.
Selain program pengendalian banjir, program khusus kedua adalah menumbuhkan pusat – pusat perekonomian baru dan peningkatan ekonomi kreatif melalui PKK dan karang taruna wanita.
Dicontohkan yakni dengan memberikan pendampingan penuh kepada para IKM/UMKM agar produk yang dihasilkan pengrajin mampu menembus pasar nasional dan internasional. “Hasil dari para pengrajin atau produsen ini nanti akan kami suguhkan di rumah rakyat dan outlet oleh – oleh milik Pemerintah Kota (Rest Area Gunung Gedangan),” Kata Ning Ita.
Sedangkan program khusus terakhir dalam mendukung percepatan pembangunan Kota Mojokerto adalah, mengembangkan potensi wisata dan kepariwisataan. Dimana, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan grand desain Wisata Bahari Majapahit.
Pengembangan kepariwisataan ini nantinya akan berada di wilayah timur Kota Mojokerto atau bersebelahan dengan Jambatan Rejoto.
Di atas lahan seluas delapan hektar, Ning Ita telah menyiapkan pembangunan Taman Budaya yang dilengkapi dengan Ampy Teater.
“Selain taman budaya, di dalam Wisata Bahari Majapahit sendiri, akan ada Monumen dan Taman Kalpataru, Monumen Gajah Mada, Kapal Bahari, camping ground, wisata perahu lengkap dengan dermaganya dan selter – selter Majapahitan, ” terangnya.
Sedangkan untuk bantaran Kali Ngotok, pihaknya bekerjasama dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dalam pemanfaatannya. Seperti penanaman Pohon Tabebuya, Pohon Mojo dan mengembangkan agrowisata kota yang modern.
Sedangkan ditahun ini, pemkot telah fokus pengerjaan Monumen Tri Buana Tungga Dewi dan Pemandian Sekarsari.
Ning Ita berharap, nantinya Kota Mojokerto akan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di Bumi Majapahit. Terlebih, berbagai program khusus dari Pemerintah Kota Mojokerto juga sangat mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur. ” Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan – Kawasan Bromo – Tengger – Semeru dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan, ” pungkas Ning Ita. KBID-FFA

