
KAMPUNGBERITA.ID-
Anggota DPRD Kota Surabaya termuda, Ais Shafiyah Asfar menaruh perhatian khusus pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli.
Dia menegaskan, peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bersama untuk memastikan masa depan anak-anak, khususnya di Kota Surabaya, benar-benar diperjuangkan. “Sudahkah kita benar-benar hadir untuk masa depan anak-anak kita, khususnya di Surabaya?” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Ning Ais, Rabu (23/7/2025).
Sebagai wakil rakyat, Ning Ais menyatakan komitmennya untuk memastikan setiap anak di Surabaya memperoleh haknya secara utuh. Hal ini mencakup hak atas pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang aman untuk tumbuh kembang, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Salah satu isu yang menjadi sorotannya adalah meningkatnya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Menurut dia, fenomena ini adalah alarm serius yang harus segera direspons oleh semua pemangku kepentingan. “Kasus perundungan di sekolah adalah sinyal bahaya. DPRD melalui fungsi pengawasan telah mendorong Dinas Pendidikan agar memperkuat implementasi program Sekolah Ramah Anak,”ungkap dia.
Lebih jauh, Ning Ais yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya ini menjelaskan, dorongan tersebut mencakup tiga langkah konkret, yaitu: memperkuat pelatihan guru dalam mendeteksi dan menangani kasus bullying secara efektif, serta mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) pencegahan bullying di setiap sekolah. “Legislatif mendorong agar Dinas Pendidikan meningkatkan pelatihan guru untuk penanganan bullying dan membentuk satgas pencegahan di lingkungan sekolah,” tambah dia.
Selain isu kekerasan, kata dia, Komisi D juga menaruh perhatian besar terhadap masalah pemerataan kualitas pendidikan. Ning Ais menegaskan, tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi atau lokasi tempat tinggal. “Kami mendorong agar alokasi anggaran dalam APBD difokuskan pada upaya pemerataan pendidikan,” tandas dia.
Menurut dia, fokus anggaran harus diarahkan pada pemerataan distribusi guru berkualitas ke seluruh wilayah, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di kawasan pinggiran, serta perluasan program beasiswa berbasis kebutuhan. “Komitmen kami jelas: tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena kendala ekonomi atau zona. Setiap anak Surabaya berhak atas masa depan yang cerah. Itu tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya,”pungkas Ning Ais. KBID-BE

