KampungBerita.id
Kampung Raya Peristiwa Surabaya Tapal Kuda Teranyar

Polres Pasuruan Ringkus Pelaku Perdagangan Anak di Bawah Umur

Salah seorang pelaku perdagangan anak di bawah umur digelandang anggota Polres Pasuruan.@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Reskrim Polres Pasuruan mengamankan tiga orang pelaku perdagangan anak di bawah umur. Mereka adalah SA alias RR (28), KS (21), dan D (17), warga Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen.

Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengatakan, perdagangan anak yang dilakukan ketiga pelaku adalah menjualnya kepada lelaki hidung belang alias dijadikan pemandu lagu dan penjaja seks komersial (PSK).

Dalam aksinya, SA merupakan pemilik wisma di Prigen yang menyediakan kamar-kamar untuk fasilitas esek-esek. Sedangkan KS selaku penjaga wisma yang bertugas mengamankan setiap transaksi tersebut. Serta D yang kebagian tugas mencari target sasaran.

“Jadi dalam menjalankan aksinya itu, mereka memiliki peran yang berbeda. Yang satu pemilik wisma. Satunya lagi penjaga wisma dan yang masih remaja ini kebagian tugas mencari target sasaran,” kata Bayu saat rilis di halaman Mapolres Pasuruan, Senin (31/10/2022) siang.

Dia menjelaskan, perdagangan anak yang dilakukan para tersangka ternyata tidak hanya sekali ini saja.Tapi sudah berlangsung cukup lama. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya buku transaksi keuangan selama menjalankan aksinya.

“Sudah lama. Ini dibuktikan dengan temuan buku transaksi keuangan dari semua kegiatan perdagangan anak selama beberapa waktu,”pungkas dia.

Penangkapan ketiga tersangka perdagangan anak dilakukan pada Jumat (14/10/2022) malam. Di mana mereka sedang mempekerjakan AR dan NA, remaja yang masih berusia 13 tahun untuk melayani para tamu hidung belang.

Dia menjelaskan, kedua korban tersebut dijual dengan harga Rp 700 ribu. Dari harga tersebut, tersangka RR alias pemilik wisma mendapatkan komisi sebesar 50 persen. Sedangkan tersangka KS menerima komisi Rp 30 ribu, dan D mendapatkan lebih banyak, yakni Rp 50 ribu. “Ketiganya kita tangkap saat transaksi sedang berlangsung,”tegas dia.

Ditanya motif yang mendasari pelaku melakukan perdagangan anak, dia menjelaskan, tak lain karena pelaku ingin mendapatkan keuntungan besar.

Pasca penangkapan, ketiganya langsung dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Pasuruan. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, subsidair pasal 88 jo pasal 76i UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000 dan paling banyak Rp 600.000.000. KBID-M/BE

Related posts

Jelang Turunya Rekom Cawali Surabaya, MM Sambangi Kediaman Warsito

RedaksiKBID

Diminta Bantu Sosialisasi Pilwali Surabaya, P3I: Siapa yang Bayar?

RedaksiKBID

Tarif Tol Tak Kunjung Turun, Gubernur Soekarwo Sesalkan Kebijakan Pemerintah

RedaksiKBID