KampungBerita.id
Headline Teranyar

Senior PDIP Luwih Soepomo Wafat, Puti Sangat Berduka

Puti Guntur Soekarno saat menemui Luwih Soepomo

KAMPUNGBERITA.ID – Politisi kaum nasionalis dan tokoh senior PDI Perjuangan ( PDIP), Luwih Soepomo, meninggal dunia di kediamannya Rungkut Harapan, Kota Surabaya, Kamis (27/12) pukul 05.00 WIB.

“Pak Pomo meninggal karena sepuh. Tadi dibangunkan Ibu untuk subuhan, ternyata sudah meninggalkan kami selamanya,” kata SW Nugroho, keponakan almarhum, yang juga anggota DPRD Jawa Timur. “Mohon dimaafkan semua kesalahan dan kekhilafan Bapak semasa hidup di dunia,” kata anggota Fraksi PDIP Jatim itu.

Pak Pomo, begitu akrab dipanggil, meninggal di usia 74 tahun. Pria kelahiran Magelang itu, sejak muda telah menceburkan diri dalam gerakan kaum nasionalis. Dia pernah menjadi Ketua Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Kota Surabaya, di bawah Rahmawati Soekarnoputri.

Sementara kemarin, diantara deretan pelayat tampak Puti GUntur Soekarnoputri. cucu Presiden Pertama RI Soekarno tersebut mengaku sangat berduka atas kepergian Soepomo.

”Pak Pomo kader terbaik yang dimiliki PDIP, saya sangat berduka atas kepergianya,” katanya usai melakukan takziah ke rumah duka sekaligus mengantas almarhum ke peristirahatan terakhir.

Diketahui, cucu Bung Karno tersebut kini menjadi Calon Legislatif DPR RI dari PDI Perjuangan, Dapil Surabaya-Sidoarjo nomor urut 2. “Pak Pomo dan generasinya telah mengajarkan kepada kami, bahwa PDI Perjuangan didirikan dengan darah, keringat, air mata bahkan nyawa dari para pejuang partai dan rakyat saat itu,” kata Puti Guntur Soekarno.

Di mata putri Guntur Soekarno, Pak Pomo telah mewariskan prinsip dan dedikasi menjaga kehormatan partai, yakni PDI Perjuangan, sehingga menjadi besar seperti saat ini. “Kesetiaan adalah hal terpenting dari beliau,” kata Puti.

Sementara Ketua DPC PDIP Surabaya, Wisnu Sakti Buana yang juga hadir di rumah duka mengaku sangat menghargai dan bangga atas perjuangan Pak Pomo. “Selamat jalan Pak Pomo. Selamat menghadap Allah SWT. Terima kasih dan hormat kami atas semua perjuangan di masa lalu,” kata Whisnu Sakti Buana.

Whisnu mengenang senior PDIP itu sebagai loyalis Megawati, bersama ayahnya almarhum Ir. Sutjipto.
“Angkatan ini punya prinsip bulat, pejah gesang nderek (hidup mati ikut) Bung Karno,” kata Whisnu.

Ketua DPP PDIP Bambang DH menceritakan pengalaman berjuang bersama Pak Pomo. “Sebagai yunior, saat itu saya direkrut menjadi pengurus DPC GPM bidang penggalangan massa,” kata Bambang DH. “Selamat jalan senior kami, teman dan sahabat se-perjuangan. Selamat jalan menjumpai Sang Khalik dalam damai,” kata Bambang DH. KBID-DJI

Related posts

Gelar Rakercabsus, PDI-P Surabaya Siapkan Pemenangan Risma-Gus Hans di Pilgub Jatim dan Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada

Baud Efendi

Bongkar Korupsi Aset Pemkot Surabaya, Kejati Geledah Kantor YKP dan PT YEKAPE

RedaksiKBID

Berbagi Kisah Selama Ibadah Haji, H Arif Fathoni: Sempat Stres, Kepulangan Tertunda Akibat Serangan Rudal Iran ke Qatar

Baud Efendi