KampungBerita.id
Politik & Pilkada Teranyar

Menyebar, Spanduk dan Brosur Eri Cahyadi Diprotes, Warga: Kami Pasang Spanduk Sendiri, Sukarela

Warga menunjukan atribut dukungan untuk Eri Cahyadi.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Banyaknya spanduk dan brosur berisi ajakan untuk memilih Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi menuai reaksi sejumlah kalangan.

Sejumlah politisi di DPRD Surabaya juga menanyakan hal tersebut. Salah satunya politisj PKB Mahfudz yang menduga Eri Cahyadi mengetahui adanya peredaran brosur tersebut.

Tak hanya Mahfudz, pokitisi Partai Golkar, Arif Fathoni juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, Eri yang notabene masih sebagai ASÑ tidak etis kalau terlalu larut dalam politik praktis.

Namun, tudingan dan dugaan tersebut dibantah sejumlah warga yang memgaku berinisiatif membuat dan menyebar baik brosur maupun spanduk kampanye tersebut.

Beberapa warga menegaskan bahwa gerakan tersebut murni inisiatif mereka sendiri.

Salah satunya adalah Sabar Swastono, warga Maspati, Kecamatan Genteng. “Kami pasang spanduk sendiri. Urunan sendiri. Kami ini warga Maspati yang secara sukarela melakukan semua agar Pak Eri Cahyadi mencalonkan diri. Kami mengekspresikan dukungan politik kami. Apa ini salah?” kata tokoh kampung Maspati yang akrab disapa Cak Sabar tersebut.

Begitu juga soal brosur profil Eri Cahyadi. Dalam brosur tersebut disebutkan bahwa Eri Cahyadi yang seorang birokrat di Pemkot Surabaya adalah orang kepercayaan Wali Kota Tri Rismaharini. Karena sudah lama menjadi bawahan langsung Risma, Eri adalah sosok yang bisa meneruskan kebaikan yang sudah dibangun di Surabaya selama ini.

“Brosur-brosur itu dibuat oleh anak-anak muda. Mereka berinisiatif membuatnya karena orang perlu tahu lebih banyak soal Pak Eri. Saya lantas mengusulkan agar penyebarannya dibantu teman-teman loper koran yang juga pernah berinteraksi dengan Pak Eri,” katanya.

Semua aktivitas tersebut, kata Sabar, tidak satupun yang melibatkan Eri Cahyadi. “Kenapa Pak Eri diserang? Apa karena takut saingan? Apa grogi sama calon yang didoron warga Surabaya sendiri?” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Cak Gembos, warga Sawahan. Dia mengatakan bahwa spanduk dan brosur adalah gerakan warga. “Kami menggunakan hak politik kami untuk memilih calon kami. Kenapa mereka yang marah?” katanya.

Cak Gembos mengatakan bahwa spanduk tersebut hasil patungan warga. “Ongkos spanduk berapa sih? Kami warga masih kuat kok kalau cuma urunan bikin spanduk. Kalau urunan dapat rekom jelas kami nggak kuat,” katanya. KBID-DJI

Related posts

PT DLU Gelar Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis untuk Masyarakat

RedaksiKBID

Terdakwa Kasus TPPU Kasus Narkoba Ajukan Eksepsi atas Dakwaan JPU Kejari Sidoarjo

RedaksiKBID

Kemenkes Setujui Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Terapkan PSBB

RedaksiKBID