KampungBerita.id
Surabaya Tapal Kuda Teranyar

Gili Ketapang KLB Difteri, Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Vaksinasi Massal

Warga Desa Gili Ketapang divaksin difteri

KAMPUNGBERITA.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan vaksinasi massal difteri atau ORI (Outbreak Response Immunization) bagi seluruh warga di Desa Gili Ketapang. Ini setelah desa tersebut ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) karena satu kasus kematian .

“Vaksinasi massal difteri kami lakukan khusus di Desa Gili Ketapang karena ada satu kasus kematian,” kata Plt. Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo, Mujoko Sabtu (19/3/2022)

Dalam kasus tersebut, kata Mujoko, sudah dilakukan pertolongan secara maksimal sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) yang ada, tetapi saat kondisinya mulai pemulihan kemudian terus memburuk dan meninggal dunia.

Akhirnya dilakukan suatu penyelidikan epidemiologi dan sekaligus dilakukan pemetaan terhadap faktor-faktor risiko dan rekomendasi Pemprov Jatim untuk dilakukan imunisasi massal.

“Kami dengan cepat mendapatkan SK Penetapan KLB dari Bapak Plt Bupati Probolinggo dan dilakukan dengan vaksinasi difteri,”ungkap dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, sebenarnya kalau target 5 – 6 hari dengan total populasi 8.268 orang vaksinasi massal difteri itu selesai. Tetapi, kenyataannya sudah hampir berjalan 10 hari belum juga selesai.

Untuk itu, menurut Mujoko, perlu adanya penguatan dari lintas sektor, utamanya dari Dinas Kesehatan sebagai pelaksana lapangan ketika sudah KLB.

“Leading sektor untuk penguatan dan sebagainya dari instansi terkait mulai dari kecamatan, TNI/Polri dan pemerintah desa harus saling bersinergi untuk bagaimana masyarakat tersebut mau datang ke pos-pos yang kita buka atau mau dilakukan imunisasi dengan model dari pintu ke pintu,” tandas dia.

Dinkes Probolinggo membuka tujuh pos dengan petugas dari Puskesmas Sumberasih dan kader dengan analisis dari tujuh pos tersebut setidak-tidaknya sehari masing-masing pos 300 orang yang tervaksinasi difteri.

Dia mengatakan, itu sebagai upaya untuk membendung jangan sampai terjadi penyebaran yang luas karena difteri penyebarannya cepat melalui droplet.

Hingga Jum’at (18/3) malam, warga Desa Gili Ketapang yang sudah divaksinasi difteri mencapai 3.300 orang sehingga masih kurang lebih sekitar 5.000 orang.

“Harapannya kecepatan dukungan dari semua lintas sektor yang ada di sana sehingga pelaksanaan vaksin difteri bisa cepat,” pungkas dia. KBID-BE/ANT

Related posts

Dua Keluarga Masuk Islam, Kemenag Tuban Beri Bantuan

RedaksiKBID

Komisi C Dukung Wali Kota Eri Cahyadi Urai Permasalahan di Apartemen Bale Hinggil

Baud Efendi

Kabupaten Bojonegoro Berhasil Turunkan Kemiskinan Ekstrem Lebih Cepat di Banding Jatim dan Nasional 2022

RedaksiKBID