KampungBerita.id
Kampung Bisnis Kampung Raya Surabaya Teranyar

Komisi B Dukung Pemkot Tertibkan Pedagang Pasar Tumpah di Jalan Gresikan, Direlokasi ke Pasar Tambahrejo

Para pedagang pasar tumpah di Jalan Gresikan hearing di Komisi B, terkait relokasi ke Pasar Tambahrejo.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID
Pemkot Surabaya lagi gencar-gencarnya melakukan penataan dan penertiban para pedagang yang berjualan di bahu jalan atau yang lebih dikenal dengan sebutan pasar tumpah atau pasar krempyeng. Mereka akan direlokasi ke pasar-pasar yang dikelola Perseroda Pasar Surya Surabaya.

Salah satu pasar yang akan ditertibkan adalah pasar krempyeng di Jalan Gresikan, Kelurahan Pacarkeling dan Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari.

Meski dalam hearing di Komisi B DPRD Kota Surabaya, Senin (20/4/2026), sejumlah pedagang lewat juru bicaranya, Amir menolak untuk direlokasi. Namun. Pemkot Surabaya telah memberikan solusi relokasi ke Pasar Tambahrejo lantai 1 (63 stan, lantai II (100 STAN los), dan Pasar Kelapa (belakang Kantor PKK) atau pasar yang dikelola oleh Pemkot Surabaya.

Camat Tambaksari, Sunarno Aristono menegaskan, pedagang yang ditertibkan adalah yang berjualan di pinggir jalan, dan Pemkot Surabaya telah menyiapkan relokasi di Pasar Tambahrejo. “Nantinya mereka kita data dan menunjukkan KTP dan KK Surabaya. Mudah-mudahan relokasi ini bisa berjalan lancar,” ujar dia.

Dia menambahkan, pedagang pasar tumpah yang akan direlokasi total ada 111 pedagang. Rinciannya 37 pedagang dari Kelurahan Pacarkeling dan 74 pedagang dari Kelurahan Ploso. Mereka dipastikan bisa masuk semua dan menempati stan di Pasar Tambahrejo. “InsyaAllah bisa masuk semua. Tadi kan sudah ada kesepakatan bersama di Komisi B. Ini merupakan program Pemkot Surabaya untuk melakukan penataan dan penertiban pedagang,” ungkap dia.

Sunarno menambahkan, soal relokasi sudah disosialisasikan kepada para pedagang dan mereka semua setuju. Kapan para direlokasi? “Setelah ini para pedagang kita kumpulkan untuk koordinasi dengan Perseroda Pasar Surya guna dilakukan pengundian stan,” tandas dia.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, M. Faridz Afif menyatakan Pemkot Surabaya telah memberikan solusi kepada para pedagang yang berjualan di pinggir jalan atau di pasar tumpah untuk pindah ke Pasar Tambahrejo.
“Pemkot Surabaya memberikan solusi para pedagang dipindah ke Pasar Tambahrejo atau Pasar Kelapa. Silakan pilih,” kata dia.

Soal pedagang yang tidak setuju direlokasi? Afif mengatakan, memang pedagang mintanya tetap berjualan di pasar tumpah Jalan Gresikan, tapi kan enggak bisa seperti itu. Mengingat zonanya bukan pasar. Awalnya pasar tumpah di Jalan Gresikan itu kan untuk tempat penampungan sementara para pedagang akibat Pasar Tambahrejo terbakar. Kemudian mereka kembali ke Pasar Tambahrejo, tapi tidak laku alias sepi pembeli. Jadi ini bukan persoalan pindah atau tidaknya, namun yang ditempati pedagang berjualan tersebut adalah jalan. Sedangkan Pemkot Surabaya sendiri akan melakukan penertiban dan mengembalikan pedagang kembali ke dalam pasar.

“Pasar Surya sudah menjamin keamanannya dan sudah menyiapkan tempatnya. Sedangkan pedagang yang di luar Pasar Tambahrejo semua akan dimasukkan. Karena kasihan pedagang yang berjualan di dalam enggak laku ketika ada yang jualan di luar. Makanya, semua dimasukkan,” tegas dia.

Bagaimana dengan pasar krempyeng lainnya? Politisi PKB ini menegaskan, semuanya akan ditertibkan Pemkot Surabaya dan yang perlu digarisbawahi Pemkot Surabaya memberikan solusi. KBID-BE

Related posts

Tanpa Pemberitahuan ke Masyarakat, Pimpinan DPRD Surabaya Sayangkan Penutupan Bundaran Waru

RedaksiKBID

Geger, Potongan Mayat Korban Mutilasi Berserakan di Pasar Besar Malang

RedaksiKBID

Peringati Isra Mi’raj, Polresta Sidoarjo Gelar Doa Bersama dan Bersihkan Musala

RedaksiKBID