KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Komisi D DPRD Surabaya Minta DP3APPKB Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i.@KBID2024
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i.@KBID2024

KAMPUNGBERITA.ID – Anggota Komisi DPRS Surabaya, Imam Syafi’i mengatakan, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Surabaya meningkat.

“Kami sudah rapat dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB). Kami menyampaikan, menurut data ternyata jumlah angka kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat, tapi fluktuatif dan kecenderungan meningkat,” tutur Imam dikutip Jumat (15/11/2024).

Sayangnya, Imam belum bisa merinci berapa persen kenaikan angka kekerasan perempuan dan anak tersebut.
Imam menegaskan, Kota Pahlawan yang berpredikat Kota Layak Anak Nasional maupun tingkat dunia harus bisa menjaga warganya.

Sebab data kekerasan terhadap perempuan dan anak itu hanya sebagian kecil, masih banyak warga tidak melapor, sehingga tidak diketahui oleh DP3APPKB.

“Itu jumlahnya jauh lebih banyak. Oleh karena itu, untuk mengurangi angka kekerasan DP3APPKB harus aktif turun ke bawah, jangan cuma menunggu hotline, jangan cuma ketika ada kasus mendampinginya itu hanya formalitas,” beber Imam.

Pasalnya, OPD terkait mendampingi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih setengah-setengah. OPD terkait, menurut Imam tidak ikut mengawal sampai kasus itu tuntas. Padahal perlindungan anak sudah diatur di dalam undang-undang.

“Misalnya anak kan bisa jadi korban, anak jadi pelaku dan anak bisa jadi saksi, itu perlindungannya mulai dari tingkat penyelidikan sampai setelah putusan, kemudian anak dibimbing bahkan ketika keluar dari tahanan,”  ujar Imam Syafi’i.

Sebelumnya, kasus kekerasan pada anak kerap terekspos di Surabaya. Mulai dari kekerasan pada anak berkebutuhan khusus (ABK) hingga bullying pada anak di salah satu SMP di Surabaya yang menjadi korban kekerasan seksual.

Kepala Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya Ida Widayati mengungkapkan, dinas sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kekerasan pada anak dan perempuan terjadi di Surabaya.
Komitmen Pemkot Surabaya untuk menciptakan kota yang layak dan ramah anak menurut dia sangat serius. Sebab hal ini berkaitan dengan generasi emas tahun 2045.

“Iya sebetulnya upaya pencegahan sudah banyak kita lakukan mas, salah satunya kelas parenting yang dilaksanakan di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga),” kata Ida. KBID-PAR-BE

Related posts

Santuni Anak Yatim di Yayasan Husnul Khotimah, Agus Basuki: PAC PDI-P Mulyorejo Tumbuhkan Semangat Berbagi kepada Sesama

Baud Efendi

Percepat Herd Immunity, Polresta Sidoarjo Kembali Buka Gerai Vaksin Presisi untuk Masyarakat

RedaksiKBID

Hari Pertama Kerja, Wali Kota Eri Cahyadi Sidak Pelayanan di RSUD dr Soewandhie

RedaksiKBID