KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Anggota Banggar Machmud Berharap Wali Kota Evaluasi Ulang Lelang Pembangunan Rumah Sakit Surabaya Timur

Anggota Banggar DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud.@KBID-2023.

KAMPUNGBERITA.ID-Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud menegaskan, di tengah keuangan Pemkot Surabaya yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja, seharusnya ada upaya penghematan terhadap pembangunan rumah sakit di Surabaya Timur.

” Ya, ada selisih hampir Rp 19 miliar. Tapi kok dimenangkan perusahaan yang menawar lebih tinggi. Padahal, sama-sama BUMN yang yang melakukan penawaran. Saya curiga, ada apa?” ujar Machmud, Jumat (29/9/2023).

Seperti diketahui, lelang pembangunan rumah sakit di Surabaya Timur itu dengan pagu anggaran Rp 503,5 miliar dari APBD Pemkot Surabaya.

Dalam pengumuman diaplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Surabaya, PT Pembangunan Perumahan (PP) dinyatakan sebagai pemenang tender. BUMN itu mengajukan penawaran Rp 494,6 miliar mengalahkan PT Waskita Karya yang menawar Rp 476,3 miliar. Meski penawaran lebih rendah, namun Pemkot Surabaya memutuskan PT PP sebagai pemenang.

Untuk itu, politisi Partai Demokrat ini berharap Wali Kota Eri Cahyadi yang pegang komando untuk mengevaluasi ulang semua itu.
“Ini kan masih dipersoalkan dan kemarin dirapatkan di Komisi D. Tidak masalah, semoga rekomendasinya bisa melihat dengan jujur nyata. Semua itu harus dinilai dengan apa adanya, ” kata politisi Partai Demokrat ini.

Jika toh ada kesalahan dan kerugian negara, karena yang menawar rendah dikalahkan, maka harus dievakuasi. “Setop dulu…ulangi, jangan malu. Karena ini menyangkut uang rakyat,” ungkap dia.

Lebih jauh, mantan jurnalis ini menyampaikan, apakah nututi waktunya karena waktu disetujui Banggar Rp 250 miliar untuk multiyears, dan dipaksakan waktu itu harus masuk.

“Saya tidak tahu ada apa dan ada siapa di balik itu. Tapi, itu terkesan dipaksakan,”tutur dia.

Sekarang, lanjut dia, ada temuan laporan dari masyarakat kalai ternyata yang menawar tinggi dimenangkan.
“Ya kita harus berterima kasih kepada masyarakat yang melaporkan. Sebagai anggota DPRD dan Banggar kita mendengar laporan itu, melihat, dan membaca. Ternyata ada selisih yang lumayan besar hampir Rp 19 miliar, “jelas dia.

Machmud menyatakan, saat ini Pemkot Surabaya sedang melakukan penghematan luar biasa. Belanja-belanja modal dikurangi karena ada rasionalisasi di OPD-OPD. Rasionalisasi ini dilakukan karena kondisi keuangan pemkot lagi sulit sebagai dampak menurunnya pendapatan.

“Tapi kenapa ada kelebihan uang untuk lelang pembangunan RS Surabaya Timur itu dibiarkan, tidak dievaluasi. Tidak dilakukan apa-apa, bahkan teguran tidak. Ini uang rakyat dan rakyat harus diberitahu. Kalau mau ditegur, umumkan teguran itu,”tegas dia.

Untuk itu, kata Machmud, kalau mau disetop, Pemkot Surabaya jangan malu. Yang namanya proses pasti ada yang salah, itu biasa. Namun kalau sudah tahu salah tapi dibiarkan, itu luar biasa. ” Harus disetop atau diklirkan dulu,”pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Pemkab Bojonegoro Gelar Workshop Wirausaha Muda Pemula

DJUPRIANTO

Cegah Kerumunan dan Penyebaran  Covid-19, Dewan Dukung Pemkot Larang Konvoi Kendaraan dan Tutup SPBU pada Malam Pergantian Tahun

RedaksiKBID

Jadi Pemasok Sabu Antarkampung, Afdhol Tak Berkutik saat Dibekuk

RedaksiKBID