KampungBerita.id
Peristiwa Tapal Kuda Teranyar

Antisipasi Penyerangan Ulama, Satpol PP dan Polres Porbolinggo Razia Orgil

Polisi mengamankan salah satu orang gila dalam razia di Probolinggo

KAMPUNGBERITA.ID – Penyerangan terhadap tokoh agama dan kini merebak ke ingkungan Pondok Pesantren yang diduga berkedok menjadi orang gila, ditanggapi serius Satpol PP dan Polres Probolinggo dengan melakukan razia orang gila (orgil).

Ada beberapa titik yang dilakukan razia petugas gabungan itu, mulai dari Kraksaan hingga wilayah Paiton, Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya orang gila, razia ini juga meliputi pengemis dan beberapa anak jalanan (anjal) yang biasa mangkal diperempatan lampu merah.

Puluhan personel kepolisian dan petugas Satpol PP mulai menyebar disejumlah titik. Razia ini juga dibantu oleh Dinas Sosial, sebagai leading sektor penanganan orgil, pengemis dan anjal. Dinsos, juga mendata dan memberikan pemberdayaan bagi para pengemis dan anjal yang terjaring dalam razia itu.

Petugas yang menyisir dari barat ke timur ini, berhasil mengamankan 15 orang gila dan 3 orang pengemis jalanan. Saat petugas mengamankan orang gila di Paiton, mendapati orang gila yang sangat beringas, ia tak mau dibawa oleh petugas. Ia mengamuk habis-habisan ke Polisi dan Satpol. Bahkan, ia berusaha menghantam dan melempar petugas dengan genteng. Namun, akhirnya berhasil diamankan.

Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad mengatakan, sejauh ini razia terpadu itu dilakukan untuk memberikan rasa aman pada masyarakat. Sementara di satu sisi, keberadaan orang gila, tuna wisma, dan pengidap gangguan mental, juga harus diperhatikan. Tidak serta merta dibiarkan begitu saja.

“Yang kami lakukan ini sebagai pro aktif pencegahan, jangan sampai nanti ada kelompok masyarakat, yang tidak tahu apa-apa, yang akhirnya dijadikan sumber informasi atau kepentingan kelompok tertentu. Itu jangan samapi terjadi, kita inginkan di Kabupaten Probolinggo, menjadi suasana yag kondusif,” terang Kapolres Fadly.

Sementara Samsul Hadi, Kasi Disabilitas Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo mengatakan, belasan orang gila tersebut akan dilakukan pendataan, yang sementara ditampung di rumah singgah di Gending. Jika ada keluarganya, akan dilakukan pemanggilan keluarganya, tapi yang tidak ada keluarganya akan dikirim ke rumah sakit jiwa. KBID-PRO

Related posts

Dua Toko Emas di Pasar Larangan Kebakaran

RedaksiKBID

Walikota Surabaya Ajak Generasi Milenial Kerja Keras

RedaksiKBID

Hadpi Pilbup Tuban, PKB Buka Peluang Koalisi

RedaksiKBID