Atasi Kenaikan Harga Kedelai, Pemkot Mojokerto Pasok Kedelai Murah

Walikota saat menyerahkan kedelai kepada pengusaha tahu -tempe Kota Mojokerto.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis kedelai hasil operasi kepada para pelaku IKM di halaman Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Senin (11/01).

Saat ditemui Walikota menyampaikan, jika naiknya harga kedelai di pasaran cukup meresahkan para pelaku IKM tahu tempe khusunya di Kota Mojokerto.

“Kami berupaya menjaga pasokan tahu dan tempe yang merupakan sumber protein menjadi menu wajib masyarakat lokal bisa tersedia. Dan para pengrajin bisa mendapatkan keuntungan layak atas produk yang mereka jual,” kata Ning Ita.

Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) Kota Mojokerto mengambil langkah cepat dengan melakukan Operasi Sisir Kedelai Impor untuk IKM Tahu tempe di wilayah Kota Mojokerto.

“Pada tahap pertama, sebanyak sembilan ton kedelai disediakan untuk pelaku IKM tahu tempe dengan harga Rp. 8500 per kilogram, ” terangnya.

Ning Ita menyampaikan kenaikan harga kedelai tentu dirasa berat oleh para pengrajin tahu tempe. Terlebih di tengah pandemi, untuk menaikkan harga jual juga cukup sulit.

“Kami mengupayakan dari importir bisa kami datangkan ke kota Mojokerto untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bagi 34 pelaku IKM tahu dan tempe yang ada di Kota Mojokerto,” jelasnya.

Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan dengan operasi pasar ini pengrajin bisa mendapatkan keuntungan yang layak atas produk yang dijual.

“Kami mengupayakan dari importir ini bisa didatangkan ke kota Mojokerto, tanpa mediator. Jadi, langsung dari Pemerintah Kota Mojokerto kepada pelaku IKM tahu tempe dengan harga Rp.8.500. Lebih murah dibandingkan harga pasaran yang mencapai Rp. 9100 rupiah,” lanjut Ning Ita.

Ia menambahkan, operasi pasar kedelai ini akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan hingga harga kedelai kembali normal.

Sementara itu, Wahyuni pengrajin tempe asal Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon menyampaikan rasa terima kasihnya atas kebijakan yang diambil oleh Ning Ita.

“Terima kasih Bu Wali. Kami sangat terbantu dengan adanya pasokan kedelai murah ini,” ujarnya.

Diinformasikan, para pengerajin umumnya tidak mampu menaikan harga jual sebab beresiko sepi pembeli. Selama ini mereka hanya memperkecil ukuran produksi mereka. KBID-FFA