KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

BPB dan Linmas Surabaya Petakan Bencana, Fatkhur: Pemkot Bisa Terapkan Sistem Penanganan Berbasis IT

Fatkur Rohman ST MT

KAMPUNGBERITA.ID – Anggota Komisi A, Fatkur Rohman ST MT mendorong Pemerintah Kota Surabaya membangun sistem penanganan kebencanaan berbasis IT (information technology). Menurutnya, saat ini perkembangan ilmu pengetahuan di bidang IT sudah cukup pesat, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi masalah bencana yang kemungkinan terjadi di Surabaya.

“Saya mengapresiasi atas seluruh upaya pemerintah kota dalam sosialisasi tanggap bencana. Saya mengusulkan agar badan ini betu-betul memanfaatkan teknologi dan IT dalam hal mapping (Pemetaan) potensi bencana sekaligus analisa Forecasting (Peramalan), sehingga staf, alat atau program-program juga akan menyesuaikan,” kata Fatkur saat rapat pembahasan anggaran RAPBD 2018, Senin (27/11).

Politisi PKS ini menyebut, penyiapan SDM yang handal dengan kualifikasi khusus dan bersertifikat adalah keharusan dalam penanganan kebencanaan. Ia mengusulkan agar SDM dibangun dengan salah satunya mengirim tim ke Negara yang memang terbukti handal dalam hal bencana atau membuat workshop dengan menghadirkan narasumber dari Perguruan Tinggi.

Selain itu, ujar dia, perlu rasanya pemerintah juga melibatkan lembaga swadaya masyarakat yang memang bergerak di bidang bencana. ”Jika bisa dibuka kerjasama yang ujungnya akan meringankan kerja di pemerintah,’ katanya.

Sementara itu, dalam rapat tersebut Plt.Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, AMP, S. Sos, M.H memaparkan bahwa pemkot sekarang sedang menyusun roadmap peta kebencanaan, walaupun masih manual.

Namun, kata dia, program ini sedang dilaksanakan dan akan diintegrasikan dengan Bappeko sebagaimana arahan wali kota. Saat ini, lanjut Irvan, memang ada banyak potensi kebencanaan perkotaan termasuk daerah rawan banjir, genangan, pohon tumbang, dan kebakaran.

Pihak BPB, lanjut Irvan , juga sudah melakukan sosialisasi tanggap bencana ke semua komponen masyarakat termasuk di dalamnya ke sekolah, ibu- ibu posyandu, dasawisma.

“Pemerintah juga selalu gencar melakukan sosialisasi ke warga agar bisa terlibat dalam tanggap bencana seperti di sekolah-sekolah, ibu-ibu posyandu, dasawisma,’ ujar Irvan yang juga Kasatpol PP kota Surabaya ini.

Sementara dalam RAPBD 2018, BPB dan Linmas disepakati bakal dikucuri anggaran sebesar Rp 44,431 miliar terdiri atas Rp 36,834 miliar anggaran langsung dan Rp 7,596 miliar anggaran tak langsung.KBID-NAK

Related posts

PDIP Percaya Diri Hadapi Koalisi Pendukung MA, Baktiono: PDI-P Berkoalisi dengan Masyarakat Surabaya

RedaksiKBID

Perkembangan Kasus Corona Dinilai Masih Bisa Diatasi, Surabaya belum Perlu PSBB

RedaksiKBID

Salat Tarawih di Musala An Nur, Khofifah Ditangisi Jemaah

RedaksiKBID