Diduga Terlibat Aksi Dukung Mendukung, Kader NU Minta Pembekuan Pengurus PCNU

Forum kader NU saat menyatakan sikap terkait aksi dukung mendukung Pengurus PCNU Kota Surabaya.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Beredarnya video viral nonton bareng (nobar) para pengurus NU Surabaya (PCNU) saat pengumuman rekom PDI Perjuangan di kantor PCNU menuai kecamaan keras. Pasalnya, PCNU Surabaya diduga sudah berafilisiasi politik dengan calon walikota dan wakil walikota Eri Cahyadi – Armuji.

Kecaman terbaru datang dari para kader NU yang mengatasnamakan Forum Kader NU Kota Surabaya. Mereka mendesak PWNU Jawa Timur dan PBNU membekukan kepengurusan PCNU Kota Surabaya periode 2015-2020. Hal itu karena sudah melanggar AD/ART organisasi.

“Kepengurusan PCNU Kota Surabaya sudah melanggar AD/ART, PWNU dan PBNU harus membekukan kepengurusan,” ujar Ketua Forum Kader NU Kota Surabaya Miftah Jauhari, Minggu (6/9).

Gus Miftah, sapaannya, menjelaskan, saat ini banyak kader NU Surabaya yang menyesalkan sikap PCNU Kota Surabaya, bahkan cenderung marah. Sebab, sebagai ormas, NU tidak bisa dibawa ke politik praktis.

Menurutnya, Kader NU Kota Surabaya sudah membuat pernyataan sikap. Selain mendesak PCNU dibekukan, juga mengutuk keras segala tindakan oknum pengurus PCNU Kota Surabaya yang menjadikan kantornya di Jalan Bubutan sebagai base camp pemenangan bakal calon wali kota PDI Perjuangan Eri Cahyadi.

“Alasan apapun dari PCNU tidak bisa dibenarkan, tindakan itu sudah melanggar AD/ART,” ucapnya.

Para kader NU, lanjut Gus Miftah, juga menyesalkan dan mengecam keras peristiwa politik nobar yang digelar di gedung resolusi jihad PCNU Kota Surabaya. “Juga menyesalkan transaksi politik (rekomendasi) Rois Syuriah PCNU Kota Surabaya kepada Eri Cahyadi,” katanya.

Tidak hanya itu, Forum Kader NU Kota Surabaya menghimbau kepada elemen NU (banom) agar menyelamatkan gedung resolusi jihad (PCNU Surabaya) dari oknum petualang politik. “Surat pernyataan ini nanti akan kita kirim ke PWNU Jatim,” tandasnya. KBID-DJI