KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Dinilai Urgent, Komisi D Dorong Pembangunan SMPN Baru di Tambakwedi Terealisasi Tahun Ini

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Malik.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Pada 2025, Pemkot Surabaya akan membangun lima gedung SMP Negeri baru yang sebarannya merata di setiap wilayah di Surabaya. Namun, karena ada efisiensi, akhirnya hanya dibangun tiga.

Dibangunnya sekolah negeri baru ini sebagai upaya nyata Surabaya dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. Sekaligus menjawab kebutuhan atas masalah zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang setiap tahun dikeluhkan masyarakat Surabaya. Apalagi dari 63 SMPN yang ada di Surabaya saat ini belum menyebar di setiap kecamatan secara merata.

Karena itu, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Malik menyambut positif rencana Pemkot Surabaya membangun tiga gedung SMPN baru yang berlokasi di Tambakwedi (Surabaya Utara), Medokan Ayu (Surabaya Timur), dan Waru Gunung (Surabaya Barat). Apalagi, pembangunan sekolah baru tersebut sudah mendapat ploting anggaran dalam APBD 2025.

“Namun khusus di Tambakwedi ada sedikit kendala. Karena di lokasi ada material milik
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya yang sampai saat ini belum dipindah,” ujar dia usai Rapat Evaluasi Triwulan I dengan sejumlah OPD, Selasa (25/3/2025)

Untuk itu, politisi muda PDI-P ini mendorong agar DSDABM segera memindahkan material agar proses pembangunan gedung SMPN baru di Tambakwedi bisa  terealisasi tahun ini.

Dia menaruh harapan besar pada pembangunan gedung SMPN baru yang sudah direncanakan dalam waktu dekat ini, agar tahun depan gedung sekolahan tersebut bisa digunakan, mengingat kebutuhan sekolahan negeri di wilayah  sangat urgent dan mendesak. Hal ini berangkat dari keluhan masyarakat yang sangat butuh adanya SMPN di wilayah pesisir tersebut.

“Kami berharap
DSDABM memperhatikan dan segera memindahkan material agar pembangunan-pembangunan yang berkaitan dengan OPD lain bisa sama-sama berjalan dan sama-sama eksis,”ungkap dia.

Untuk memindah material itu butuh berapa lama? Malik mengaku, yang paham DSDABM. Tentunya, kalau memang dilakukan secara intens diperkirakan tidak sampai sebulan.

“Lahan di Tambakwedi ini kan sangat luas, maka perlu dilakukan analisa kembali agar sama-sama berjalan, kemudian menggunakan lahan lainnya untuk menampung meterial pindahan tersebut,” terang dia.

Lebih jauh, Malik menegaskan, jika toh lokasi pembangunan gedung SMPN baru itu sudah dipastikan lokasinya di lahan tersebut (Tambakwedi), silakan DSDABM segera memindahkan material agar OPD terkait bisa sama-sama menjalankan fungsinya. “Jadi tidak hanya di titik yang akan dibangun, tapi juga aksesnya, ungkap dia.

Seperti diketahui, rencana pembangunan lima SMPN baru akan direalisasikan di wilayah Surabaya Timur sebanyak dua sekolah, lokasinya di Medokan Ayu dan Gunung Anyar.

Selanjutnya di Surabaya Barat, yakni di Waru Gunung dan Jeruk. Satu lagi di Surabaya Utara di Tambakwedi.

Namun dalam perjalanannya ada efisiensi, sehingga hanya tigak sekolah yang dibangun, yakni di Tambakwedi, Waru Gunung, dan Medokan Ayu.KBID-BE

Related posts

Komisi A Minta Pemkot Surabaya Lengkapi Fasilitas Pantai Kejawen Tanggul

RedaksiKBID

Megawati Resmikan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Siap Jadi Eco Wisata

RedaksiKBID

Pemkab Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Kontribusi Pembayaran Pajak Terbesar

DJUPRIANTO