Giliran ODP dan OTG di Sidoarjo Jalani Rapid Tes dan Swab, Per Hari 150 orang

Petugas menyiapkan peralatan rapid tes dan swab test di GOR Delta Sidoarjo.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Jumaati tampak mengantri. Jumat (5/6) pagi, dia bersama suami dan anaknya menunggu giliran dipanggil petugas. Ketiganya hendak menjalani swab tes (uji usap). Lantaran warga salah satu perumahan di kawasan Candi itu reaktif.

Dari hasil rapid tes beberapa waktu lalu, Jumaati dan keluarganya reaktif. Pihak puskesmas memintanya menjalani isolasi mandiri. Berdiam diri di dalam rumah. “Sudah 10 hari saya isolasi mandiri,” paparnya.

Perempuan 50 tahun itu berharap, tubuhnya kembali sehat. Tak lagi terpapar korona. “Mudah-mudahan sehat,” ucapnya.

Jumaati merupakan satu diantara 113 warga kota delta yang menjalani rapid serta uji usap serentak. Kegiatan tersebut digelar di Gor Delta. Tindak lanjut dari hasil trasing atau penelusuran warga yang berpotensi terpapar korona yang dilakukan puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Syaf Satriawarman menjelaskan rapid tes dan uji usap digelar selama lima hari. Dimulai hari ini. Setiap hari, sebanyak 150 orang diperiksa.

Rapid dan swab itu tak menyasar sembarang orang. Namun, diperuntukkan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta Orang Tanpa Gejala (OTG). “Ini merupakan hasil penelusuran dari seluruh puskesmas di kecamatan,” jelasnya.

Bagi warga yang belum menjalani pemeriksaan, langsung di rapid tes. Jika hasilnya reaktif, tahapan lanjutan harus dijalani. Yaitu uji usap. Sedangkan warga yang sudah uji cepat, langsung uji usap. “Yang hasilnya reaktif langsung isolasi sembari menunggu hasil uji usap,” paparnya.

Untuk hasil uji usap, tak bisa langsung diketahui. Pemkab harus menunggu beberapa hari. Sebab, pemeriksaan dan telaah swab dilakukan di RS dr Soetomo Surabaya.

Sementara itu, minggu depan, pemkab bakal menggelar rapid tes besar-besaran. Lokasinya di Gor Delta. Dalam satu hari, pengujian itu menyasar 500 orang.

Syaf mengatakan, minggu depan kontainer rapid tes dan swab sudah berfungsi. Saat ini, petugas masih melakukan pemasangan. Di dalam alat tersebut dilengkapi 12 petugas dan dua unit PCR. KBID-TUR