Hari Ini Pengundian Nomor Urut Paslon, Dilarang Arak-arakan

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) di sejumlah daerah yang menggelar pilkada 2020 sudah menetapkan pasangan calonnya. KPU Jawa Timur mencatat dari 19 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada Serentak 2020, ada 2 daerah yang dipastikan hanya diikuti oleh satu bakal pasangan calon, yakni Kabupaten Kediri dan Ngawi.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jatim, Insan Qoriawan. Ia menyebut seluruh partai pemilik kursi DPRD di dua daerah tersebut hanya memberikan dukungannya kepada satu pasangan calon.

“Ngawi dan [Kabupaten] Kediri, 100 persen kursi dipakai untuk mengusung 1 paslon di masing-masing kabupaten,” kata Insan, Rabu (16/9).

Di Kabupaten Ngawi, satu-satunya bakal pasangan calon yang mendaftar adalah Ony Anwar – Dwi Riyanto. Ony yang merupakan wakil bupati ini memborong dukungan 10 partai politik di Ngawi, dengan total 45 kursi.
Sedangkan di Kabupaten Kediri, anak Sekretaris Kabinet pada Kabinet Indonesia Maju Pramono Anung, Hanindhito Himawan Pramono dan wakilnya Dewi Maria Ulfa, menjadi satu-satunya bakal pasangan calon yang mendaftar.

Pasangan Dhito-Dewi diusung sembilan parpol di Kediri, yakni PDI Perjuangan, PKB, Golkar, PAN, Demokrat, Nasdem, PKS, Gerindra, dan PPP.

Insan melanjutkan KPU di masing-masing kabupaten sendiri sebenarnya telah memperpanjang masa pendaftaran, yakni pada 4-6 September, lalu 11-13 September. Namun hingga hari terakhir tak ada lagi bakal pasangan calon yang mendaftar.

“Perpanjangan pendaftaran sudah kita lakukan, namun tidak ada partai politik lain yang mengusulkan bakal pasangan calon, nggak ada perubahan,” ucapnya.

Para bakal calon tunggal itu pun, kata Insan, dipastikan akan melawan kotak kosong pada 9 Desember 2020 nanti.

Sementara itu, KPU Jatim juga mencatat hingga kini ada dua bakal pasangan calon perseorangan di dua daerah yang mendaftar untuk mengikuti kontestasi Pilkada Serentak 2020, yakni di Kabupaten Lamongan dan Jember.

“Calon perseorangan yang sudah mendaftar ada 2, Lamongan sama Jember,” katanya.

Di Kabupaten Lamongan, bakal calon perseorangan yang mendaftar adalah Suhandoyo – Suudin. Namun belakangan Suudin dinyatakan tak memenuhi syarat tes kesehatan dan harus digantikan oleh calon yang lain.
Sedangkan di Kabupaten Jember, Bupati Petahana Faida memutuskan untuk maju melalui jalur perseorangan bersama Dwi Arya Nugraha Oktavianto.

Kemudian di Kabupaten Malang, bakal pasangan calon perseorangan Heri Cahyono – Gunadi Handoko, akhirnya dinyatakan lolos verifikasi faktual dukungan perbaikan oleh KPU.

Pasangan ini sebelumnya dinilai tidak memenuhi syarat sehingga harus mengajukan sengketa terlebih dahulu kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Malang.

“Berdasarkan putusan Bawaslu kemarin ada satu paslon perseorangan yang sudah bisa mendaftarkan di Kabupaten Malang. Khusus untuk ini ada pendaftaran lagi karena hasil sengketa putusan Bawaslu,” ucapnya.

Sementara hari ini (24/9) dijadwalkan dilakukan pengundian nomor urut juga serentak di gelar di 19 kab/kota yang menggelar Pilkada. KPU di berbagai daerah melarang arak-arakan pendukung pada tahapan pengundian nomor urut pasangan calon Pilkada 2020. Jika tidak, kepolisian akan meminta kerumunan massa untuk bubar.

Insan Qoriawan mengatakan dilarang mengerahkan massa dengan jumlah besar dan melakukan arak-arakan pada pengundian nomor urut itu.

“Arak-arakan pendukung, kami sudah mengimbau dan berkoordinasi dengan paslon agar tidak dilaksanakan. Kami melarang, dalam tanda kutip, pasangan calon untuk membawa pendukungnya dalam pengundian nomor urut,” kata dia.

Meski begitu, dia mengatakan pelarangan itu hanya bersifat imbauan dan koordinasi. Sebab, hingga kini KPU belum memiliki payung hukum untuk mengaturnya.

“Sampai hari ini KPU belum punya payung hukum untuk menindak hal itu, barangkali instansi lain punya kewenangan seperti satgas penanganan Covid-19 dan aparat,” katanya.

Dalam pleno pengundian nomor urut nanti, kata Insan, KPU hanya mengundang sejumlah pihak. Antara lain Bawaslu, pasangan calon, perwakilan partai politik dan tim kampanye.

“Yang diundang nanti Bawaslu, pasangan calon, wakil partai politik dan tim kampanye. Jumlahnya dibatasi,” ucap Insan.

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam juga meminta para calon kepala daerah untuk tidak mengerahkan massa dalam tahapan pengundian nomor urut. Tujuanya agar menghindari kerumuanan massa lantaran rawan terjadi penularan corona (Covid-19).

Untuk memastikan hal tersebut, KPU Jawa Timur bahkan berkerjasama dengan pihak kepolisian.

“Setelah penetapan hari ini (Rabu, 23/9/2020), besok kita menyelenggarakan pengundi nomor urut. Kami menyampaikan kepada seluruh pihak agar tidak ada arak-arakan atau pengerahan massa,” katanya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk bersama kawan-kawan kepolisian. Tidak ada konvoi massa atau pengerahan massa pada tahapan tersebut,” lanjutnya.

Dalam format rapat pleno terbuka, peserta pengundian nomor urut dilakukan dengan sangat terbatas. KPU hanya mengundang masing-masing calon, dua orang dari masing-masing partai politik, dan tim teknis.

“Sehingga, memang tidak mengundang banyak pihak. Kami juga menerapkan protokol kesehatan ketat dalam acara tersebut,” katanya.KBID-DJI