
KAMPUNGBERITA.ID-Menjelang perayaan Imlek dan datangnya Bulan Suci Ramadan 2026, Pemkot Surabaya mulai intensitas pelaksanaan pasar murah di seluruh Surabaya.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono. Dia menilai upaya Pemkot Surabaya tersebut menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat.
Buleks, sapaan Budi Leksono, menyambut baik strategi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) yang meningkatkan intensitas pelaksanaan pasar murah di seluruh wilayah kota. Menurut dia, program tersebut menjadi solusi konkret untuk menjaga daya beli warga, terutama kalangan menengah ke bawah. “Saya mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang sigap mengendalikan harga bahan pokok. Pasar murah ini sangat membantu masyarakat, apalagi menjelang Ramadan ketika kebutuhan meningkat,” ungkap dia, Rabu (4/2/2026).
Buleks yang juga Ketua Fraksi PDI-P ini menyebut pelaksanaan pasar murah secara serentak di 31 kecamatan hingga dua titik setiap hari merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan stok aman dan harga tetap terjangkau.
Kehadiran pemerintah di tengah potensi gejolak harga sangat penting agar warga tidak terbebani lonjakan biaya kebutuhan sehari-hari. “Ini bentuk kehadiran negara. Ketika harga berpotensi naik, pemerintah turun langsung memberi solusi. Harapannya, masyarakat bisa beribadah dan merayakan hari besar dengan tenang tanpa khawatir soal bahan pokok,” tandas dia.
Dengan adanya
sinergi antara Pemkot dan DPRD Kota Surabaya, Buleks berharap stabilitas harga kebutuhan pokok di Surabaya tetap terkendali, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga,”pungkas Buleks.
Sebelumnya, Kepala Dinkopumdag Surabaya, Mia Santi Dewi memastikan pasar murah selama Ramadan akan digelar lebih masif dibanding bulan sebelumnya, demi menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pemkot Surabaya akan melakukan pengawasan lebih intensif, terutama di pasar-pasar yang menjadi barometer inflasi nasional. Dinkopumdag juga mengimbau distributor dan toko swalayan agar tidak menjual barang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),”tegas dia.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan, hingga saat ini stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Pemantauan dilakukan secara rutin di pasar-pasar untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga.
“Menjelang Imlek dan Ramadan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya berada dalam kondisi aman. Hal ini juga tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan Surabaya 2025 yang berada di angka 73,28. Kami terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar,”tandas dia.KBID-BE
