KampungBerita.id
Matraman Teranyar

Kasus Antraks Serang Manusia di Pacitan Butuh Penanganan Serius

Kabid Keswan Dinas Pertanian Pacitan Agus Sumarno.

KAMPUNGBERITA.ID – Kasus serangan antraks kulit ke manusia di Pacitan tak bisa disepelekan. Sebab, sejak April hingga akhir Agustus lalu, sedikitnya delapan warga yang tersebar di Kecamatan Tulakan dan Sudimoro, dinyatakan suspek terserang bakteri mematikan itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, dr. Eko Budiono membenarkan adanya delapan warga di Pacitan yang diduga terjangkiti penyakit mirip antraks. Di Kecamatan Tulakan ada empat warga dan di Kecamatan Sudimoro juga ada empat warga.

“Saat ini kami masih melakukan diagnosa laboratorium dengan mengambil darah pasien. Hasilnya masih menunggu, sebab masih kita kirim ke laboratorium yang ada di Bogor,” ujarnya.

Eko mengungkapkan, delapan warga suspek antraks tersebut masing-masing tercatat atas nama Tumiyem (61), warga RT 08/RW 01, Dusun Pageran, Desa Babakan, Kecamatan Tulakan, Pardi (60), warga Dusun Singkai Gasang, Desa Bubakan, Kecamatan Tulakan, Sariyah (54), warga RT 01/RW 02, Dusun Krajan, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, Suradi (72), warga RT 01/RW 04, Dusun Gasang, Desa Bubakan, Kecamatan Tulakan, Slamet, dan Imam Malik, warga Desa Sudimoro, Kecamatan Sudimoro, Daryono (30) dan Saniyah (52), warga Dusun Nrumpon, Desa Karangrejo, Kecamatan Sudimoro.

“Itu temuan Dinkes sejak April hingga Agustus lalu,” bebernya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, khususnya pasien atas nama Daryono, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata bukan antraks. Namun pasien menderita penyakit kutil. “Karena salah pengobatan, akhirnya luka kulit meluas mirip serangan antraks,” tutur mantan asisten sekkab ini pada pewarta.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Agus Sumarno setempat menyatakan, kalau pihaknya masih terus melakukan pengamatan pasca penyuntikan antibiotik dan vitamin terhadap hewan ternak di beberapa desa yang ada di Kecamatan Tulakan dan Sudimoro. Namun ikhwal hasil laboratorium atas sampel tanah yang dikirim ke laboratorium di Tuban, dia belum bisa memberikan keterangan.

“Insya Allah Senin besok (hari ini,red), kita tanyakan ke BP Vet Jogjakarta hasil laboratorium atas sampel tanah itu,” katanya.KBID-PCT

Related posts

Tolak Pemakaman dengan Protokol Covid-19, Keluarga Jenazah Terobos Rumah Sakit

RedaksiKBID

Penyampaian LPJ APBD 2025, Pemkot Surabaya Bukukan SILPA Rp 516 M, Ini Penjelasan Wali Kota Eri Cahyadi

Baud Efendi

Ratusan Pedagang Sayur Pasar Pandugo Bakal Dipindah Paksa

RedaksiKBID