Kekeringan di Tuban Meluas, 20 Desa Andalkan Dropping Air Bersih

Warga terdampak kekeringan antre untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan oleh BPBD Tuban.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Kekeringan yang melanda Kabupaten Tuban kian meluas. Hingga detik ini, tercatat sebanyak 20 desa dari 8 kecamatan di Kabupaten Tuban mengalami krisis air bersih.

“Ada tambahan 4 desa baru di gelombang 3 ini, yaitu Desa Gesikan Kecamatan Grabagan, Desa Sidokumpul Kecamatan Parengan, dan 2 desa di Kecamatan Jatirogo. Total sudah mencapai 20 desa (kekeringan, Red),” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tuban, Gaguk Hariyanto, Senin (2/9).

Untuk mengatasi itu, Gaguk mengaku terus melakukan dropping air bersih untuk memenuhi ketersediaan air bersih warga. Setidaknya, ada dua unit armada yang telah dikerahkan tiap harinya dari tiga unit armada yang dimiliki BPBD Tuban.

Namun, seiring bertambahnya jumlah desa yang mengalami kekeringan, pihaknya berencana memaksimalkan seluruh armada yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Kalau desa terdampak terus bertambah akan kita kerahkan seluruh armada yang kita miliki. Jika itu masih belum cukup kita gunakan anggaran untuk menyewa armada lain,” tandasnya.

Sampai saat ini, ia mengungkapkan kemungkinan adanya penambahan desa terdampak, mengingat beberapa wilayah telah mengajukan permintaan distribusi air bersih. “Namun, usulan dari masyarakat melalui desa maupun kecamatan tentunya masih perlu assessment dan survei di lapangan. Kalau hasil assessment nanti layak untuk dilakukan dropping, akan kami lakukan pada gelombang selanjutnya,” pungkasnya.

Sebatas diketahui, 20 desa yang dilanda kekeringan tersebut yakni, Desa Genaharjo dan Desa Jadi Kecamatan Semanding; Desa Grabagan, Ngandong, Waleran, dan Gesikan Kecamatan Grabagan.

Kemudian di Kecamatan Parengan mencakup 4 desa, yakni Desa Dagangan, Pacing, Sembung, dan Sidokumpul. Sementara, Kecamatan Rengel ada Desa Punggulrejo, lalu Kecamatan Kerek berada di Desa Gaji.
Selanjutnya, Desa Jatisari, Sendang, Medalem, dan Sidoharjo Kecamatan Senori; Desa Nguluhan dan Tanggulangin Kecamatan Montong; serta yang paling anyar terjadi di Kecamatan Jatirogo, meliputi Desa Jombok dan Desa Bader. KBID-NDI