Miskin Kader Populer, NasDem Ajukan Bos Persebaya untuk Dampingi MA

Machfud Arifin dan Azrul Ananda.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – DPD Partai NasDem Kota Surabaya mengusulkan Presiden Persebaya Azrul Ananda menjadi Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) Surabaya mendampingi Machfud Arifin (MA) pada Pilkada Surabaya, 9 Desember 2020.

Ketua DPD Partai NasDem Surabaya, Robert Simangunsong mengatakan, nama tersebut diusulkan kepada Machfud Arifin dan tim. Soal siapa nanti yang akan dipilih semua diserahkan ke MA.

“Hari ini, Sabtu (25/7), kita resmi mengusulkan Azrul Ananda untuk.mrnjadi wakil pak MA. Sebab sesuai surat dari tim pemenangan pak MA yang dikirimkan ke NasDem 23 Juli 2020, bahwa seluruh partai harus menyerahkan nama bakal calon wakil wali kota. Kami dari NasDem baik pusat sampai daerah memberikan rekomendasi saudara Azrul Ananda,” ujar Robert Simangunsong ketika dikonfirmasi lewat whatsApp (WA), Sabtu (25/7/2020)

Lebih jauh, Robert Simangunsong mengaku, rekomendasi yang diberikan kepada Azrul tersebut telah melalui proses penjaringan yang ketat. Di mana sebelumnya banyak nama yang muncul, baik itu dari kader internal partai maupun dari tokoh masyarakat. Hanya saja, yang dirasa bisa meningkatkan elektabilitas bagi MA adalah Azrul Ananda yang notabene putra Dahlan Iskan (DI).

“Jadi, yang kita rekomendasikan untuk wakil pak MA bukan dari kader NasDem. Sebab kader NasDem enggak ada yang populer,”tegas Robert Simangunsong yang keseharian berprofesi sebagai lawyer ini.

Dia meyakini, Azrul Ananda bisa mendorong pasangan bakal calon yang diusungnya bisa menggaet suara kalangan milenial. Dimana saat ini Azrul masih berusia 43 tahun, yang menurut dia, bisa mewakili kawula muda. Apalagi, persentase pemilih muda di Surabaya terbilang tinggi, yakni mencapai 53 persen.

“Kita melihat saat ini Pak Azrul ini umurnya masih muda dan saat ini pemilih yang umurnya di bawah 40 tahun kurang lebih 53 persen. Kalau kita lihat Azrul di dunia usaha dan olahraga semuanya pada berhasil,”jelas dia.

Robert Simangunsong menuturkan sebelum menjatuhkan rekomendasi kepada Azrul, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan yang bersangkutan. Meskipun sebelumnya Azrul menyatakan tidak akan ikut dalam kontestasi politik. Dia menegaskan, dunia politik sangat cair. Sehingga, meski sebelumnya Azrul yang tak lain Bos Persebaya Surabaya menolak ikut kontestasi politik, namun bisa saja pendiriannya berubah jika dapat dukungan dari masyarakat Surabaya.

“Sudah ada komunikasi langsung ataupun tidak langsung (dengan Azrul) dan saya dengar sendiri ada komunikasi juga dengan tim pemenangan,”ungkap dia.

Selain NasDem, jelas Robert Simangunsong, delapan parpol pengusung MA (PKB, Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat, NasDem, PAN, dan PPP) masing-masing akan mengajukan nama untuk mendampingi MA pada Pilkada Surabaya. Keputusan akhirnya, kata dia, tetap ada di tangan MA.

“Sudah ada kesepakatan di antara partai pengusung menyerahkan keputusan kepada pak MA. Dan siapapun yang dipilih akan didukung, “tandas dia. KBID-BE