Pakai Sistem Take Away, Penjual Makanan Ramadan Bisa tetap Berjualan saat PSBB

Penjual makanan jelanng berbuka puasa.@KBIDilustrasi

KAMPUNGBERITA.ID – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa merespons ada fenomena pasar dadakan yang biasa dilakukan oleh emak-emak yang berjualan di pinggir jalan pada saat bulan Ramadan dan bertepatan dengan pemberlakuakn Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Khofifah menuturkan, orang berjualan sebetulnya tidak dilarang pada saat PSBB, tetapi di lapak dagangannya tidak boleh ada kursi. Orang yang membeli juga boleh tetapi dengan cara take away maupun driver thru.

“Jadi yang kita ingin clear PSBB itu adalah pembatasan sosial bukan pelarangan sosial, oleh karena itu yang jualan sebetulnya tidak dilarang tapi jangan ada kursi di situ. Orang boleh take away dan pada posisi ini peran Satpol PP menjadi penting,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Khofifah mengatakan, sudah meminta kepala dinas Perindag Jatim untuk membantu konektivitas antara penjual-penjual UKM supaya bisa melayani penjualan secara online.

“Jadi fasilitasi penjualan online itu sebetulnya satu bulanan yang lalu saya sudah minta pak kepala dinas perindag membantu fasilitasi. Pertemuan dengan mereka-mereka yang berjualan online sudah berjalan cukup lama,” ucapnya.

Khofifah mengaku, pihaknya juga telah menyiapkan lumbung pangan Jatim yang menggunakan metode jual beli dengan cara drive thru atau pembelian sambil jalan dan pemesanan melalui Gosend yang bebas ongkos kirim.

“Pola-pola seperti ini yang kita siapkan untuk memudahkan akses dan ingin memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga yang dipastikan harganya lebih murah dari harga pasar, karena hari ini kita tidak mungkin melakukan operasi pasar seperti yang dulu-dulu,” ujar Khofifah. KBID-DAY