KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Pandemi belum Berakhir, DPRD Surabaya Desak Sekolah Tak Wajibkan Siswa Beli Seragam Sekolah

DPRD Surabaya
Ketua Komisi C, Baktiono.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – DPRD Kota Surabaya keberatan jika ada sekolah di Surabaya masih mewajibkan membayar secara tunai seragam sekolah. Apalagi, dalam situasi ekonomi sulit seperti saat ini sebagai dampak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

“Warga lagi susah dari sisi materi, karena ekonomi yang lumpuh selama pandemi Covid-19. Lantas jangan lagi warga dibebani membayar seragam sekolah Apalagi, hampir dua tahun ini sekolah tidak dilakukan tatap muka, tapi secara daring atau online, “ujar Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Surabaya.

Dia mengatakan, pihak sekolah SD dan SMP seharusnya berkaca pada nurani untuk meringankan beban ekonomi wali murid, dengan tidak mewajibkan membayar tunai seragam sekolah anak didiknya.

“Meski daring, namun proses pembelajaran tahun ajaran baru 2021-2022 sudah berjalan sejak akhir Juni. Tapi ada saja pihak sekolah yang mewajibkan siswanya membayar seragam sekolah di muka. Ini sudah keterlaluan,” tegas Baktiono.

Lebih jauh, Baktiono menjelaskan, banyak laporan warga yang masuk kepada dirinya perihal uang seragam sekolah. Untuk itu, dia meminta pihak sekolah jangan memaksa siswa untuk membayar uang seragam di muka, atau di sekolah dengan secara wajib.

Dia menyatakan, dalam kondisi seperti saat ini, terutama sekolah swasta, seharusnya pihak sekolah memberi keleluasaan kepada siswa untuk membeli seragam sekolah di luar, bisa pinjam, bisa jahit sendiri di luar asal warna seragamnya sama.

Untuk sekolah negeri, jelas Baktiono, seharusnya juga berlaku sama dengan swasta soal seragam sekolah. Seharusnya Dinas Pendidikan Kota Surabaya sudah merancang, bagaimana seragam sekolah, baik SD maupun SMP Negeri bisa diberikan secara gratis tanpa harus memakai dana APBD.

Baktiono menuturkan, Dinas Pendidikan bisa mengeksekusi dana CSR perusahan-perusahaan yang berdomisili di Surabaya, untuk intervensi seragam sekolah agar diberikan secara gratis kepada siswa-siswi. Dia menandaskan, untuk dana CSR di segmen seragam sekolah seingat dirinya hingga sampai saat ini belum pernah ada. Jadi intervensi seragam sekolah untuk diberikan secara ini sangat perlu, terlebih di masa pandemi saat ini dimana keuangan keluarga sedang tidak baik. KBID-PAR

Related posts

Demokrat All Out Kawal Suara Khofifah-Emil

RedaksiKBID

Jalani Vaksinasi, Plt Wali Kota: Aman dan Halal, Ndak Usah Khatawir

RedaksiKBID

Emil Dardak: Fandi Utomo Sosok yang Tepat untuk Walikota Surabaya

RedaksiKBID