Pemkab Sidoarjo Awasi Moda Transportasi, Pengunjung Mal Maksimal 50 Persen

KAMPUNGBERITA.ID – Sejak transisi new normal berjalan, seluruh moda transportasi kembali beroperasi. Angkutan umum serta online diperbolehkan mengangkut penumpang. Sebagai antisipasi agar korona tak kembali merebak, Dinas Perhubungan (Dishub) bakal memelototi seluruh kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) M. Bahrul Amig menjelaskan transisi new normal tidak identik dengan kebebasan transportasi. Kendaraan umum dan pribadi tetap harus mematuhi aturan. Menjalankan protokol kesehatan. “Oleh sebab itu di dalam perbup 44 tahun 2020 disebutkan pengendalian moda transportasi,” jelasnya.

Regulasi itu mengatur tata cara berkendara. Untuk kendaraan pribadi diperbolehkan mengangkut sesuai kapasitas jika dikendarai satu keluarga. Namun, jika penumpang tidak dalam satu keluarga, maksimal diisi 50 persen dari total kapasitas.

Kendaraan umum dan kendaraan roda empat online maksimal ditumpangi 50 persen. Sedangkan ojek online diperbolehkan mengangkut penumpang.

Menurut Amig, supir dan pengendara tidak serta merta bebas dari aturan. Mereka diminta melengkapi diri. Seperti mengenakan masker. Selain itu mencuci tangan. Penumpang harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum naik kendaraan. “Suhu tubuh supir dan awak kendaraan juga diteliti,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) itu meminta pengendara tegas. Ketika ditemukan penumpang yang suhu tubuhnya diatas 37,5 derajat, supir berhak menolak. “Sebagai antisipasi penularan korona,” jelasnya.

Pemkab sudah menyiapkan sanksi bagi warga yang melanggar aturan. Hukuman administratif. Yaitu menyita KTP pengendara serta penumpang.

Tak hanya kendaraan umum, pemkab juga mengawasi pusat keramaian. Seperti mal, pertokoan, resto, warung, serta warkop. Pasalnya, sejumlah tempat itu juga berpotensi menjadi pusat penyebaran korona.

Kasatpol PP Widiyantoro Basuki mengatakan, pusat perbelanjaan, resto, serta warung terus diawasi. Setiap hari petugas berkeliling. “Pengawasan terus berjalan,” paparnya.

Dia mencontohkan warung dan warkop. Dua tempat kuliner tersebut diperbolehkan menyediakan tempat duduk. Warga bisa bersantap di tempat. “Namun jarak tetap diatur. Minimal satu meter,” paparnya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, sejak penerapan transisi new normal, polri dan TNI terjun ke pusat perbelanjaan. Mal dijaga petugas. Tujuannya mencegah kerumunan.

Sumardji mengatakan, transisi new normal tidak membatasi pelaku ekonomi. Mal dan pusat perbelanjaan bisa kembali buka. Namun ada syarat yang harus dipenuhi. “Maksimal jumlah pengunjung 50 persen dari total kapasitas,” tegasnya.

Sejak kota delta menerapkan transisi new normal, jumlah warga yang terpapar korona bukan menurun. Justru terus meningkat.

Contohnya tanggal 9 Juni lalu. Awal penerapan transisi new normal jumlah warga yang terkonfirmasi korona mencapai 794. Nah, saat ini totalnya mencapai 857 orang yang terinfeksi covid-19.

Sumardji mengakui, korona terus bertambah. Di wilayah perbatasan, Waru dan Taman terus berkejaran. Kami lalu (11/6) Waru bertambah 6 orang sedangkan 11 orang tambahan positif di wilayah Taman.

Pria asal Nganjuk itu mengatakan, Kunci menekan korona yaitu disiplin. Warga harus mengenakan masker, mencuci tangan serta physical distancing.

Langkah itu yang saat ini sudah diterapkan di desa Waru RW 12. Menurut Sumardji, sejak ditetapkan sebagai kluster baru dua bulan lalu, kini warga mulai disiplin. “Di tempat itu tidak ada lagi penambahan kasus korona,” pungkasnya. KBID-TUR