Pemkot Surabaya Tolak Pengajuan Tambahan Anggaran Pilkada,  Dewan Anggap Aneh

Arif Fathoni SH.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID –  Setelah melakukan Hearing dengan Komisioner KPUD Surabaya. Terkait dengan penambahan anggaran untuk pilkada Surabaya pada 9 Desember 2020 mendatang. Arif Fathoni, anggota Komisi A DPRD Surabaya menyebutkan, bahwa pemkot harusnya mensetujui tambahan anggaran untuk APD dan juga honorer bagi petugas TPS.

Namun dari hearing itu, komisi Q mendapatkan informasi bahwa Pemkot Surabaya tidak mensetujui tambahan anggaran tersebut.

“Pemkot tidak menyetujui penambahan anggaran untuk APD yang diajukan oleh KPUD Surabaya. Dewan Anggap aneh. Karena anggaran tersebut untuk pengadaan APD karena Pilkada dilakukan saat pandemi Covid19,” kata Arif Fathoni, setelah hearing, Kamis, (25/6/2020).

Toni menambahkan, Pengajuan anggaran ditolak oleh pemkot surabaya dikarenakan ada satu pasal yang tidak dibaca utuh oleh pemkot surabaya. Padahal satu pasal dengan pasal lain itu berkaitan satu dengan yang lain.

“Penambahan anggaran yang diajukan oleh KPUD Surabaya ke pemkot dalam kondisi urgen. Dimana, pengajuan anggaran yang diajukan itu untuk menyelamatkan warga kota surabaya yang berpotensi terinfeksi Covid19,” tambahnya.

Dengan APBD Surabaya yang mencapai 10 Triliun. Jika tidak mampu menyediakan APD saat Pilkada maka aneh. “Aneh menurur saya jika Pemkot tak bisa mensetujui anggaran yang diajukan KPU,” pungkasnya. KBID-BE