
KAMPUNGBERITA.ID-Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Surabaya menyatakan kesiapannya menghadapi verifikasi parpol 2027. Kesiapan itu ditunjukkan dengan rampungnya
struktur partai hingga tingkat kelurahan Artinya, seluruh 31 kecamatan dan 153 kelurahan kini memiliki ranting yang lengkap.
Hal itu disampaikan Sekretaris DPD PSI Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026) sore. “Alhamdulillah, sudah rampung 100 persen. Kami sudah menyelesaikan 31 kecamatan plus ranting juga. Jadi 153 kelurahan kami sudah lengkap ranting dari PSI,” kata Yuga.
Penyelesaian struktur ini, menurut dia, merupakan amanat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI sekaligus perintah Ketum dan Dewan Pembina. Tujuannya untuk menghadapi verifikasi partai politik (parpol) yang rencananya digelar 2027, dua tahun sebelum Pemilu 2029. “Biasanya H minus 2 tahun sebelum pemilu. Kalau pemilunya 2029 ya 2027. Tetapi kapan pun pemilunya kami siap,”tegas Yuga.
Dia menjelaskan, setelah ranting tuntas, PSI Surabaya akan menguatkan struktur sampai tingkat RW. Yuga yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya ini menyebut pihaknya akan mencari koordinator RW di masing-masing kelurahan.
“Partai yang kuat adalah struktur yang kuat. Sekarang kami akan mencoba ke RW, mencari koordinator RW-RW di kelurahan masing-masing yang nanti akan kita perkuat,” tandas dia.
Lebih jauh, Yuga menegaskan, PSI Surabaya lebih siap dibanding periode sebelumnya. Salah satu tolok ukur atau indikatornya adalah tingginya animo masyarakat yang ingin bergabung ke PSI. “Kami ini partai yang terbuka. Bagi siapapun yang ingin bergabung, silakan bergabung, termasuk di dalam struktural,”tandas dia.
Ditanya soal aktivitas Ketua DPD PSI Kota Surabaya, Grace Evi Ekawati atau sering disapa ‘Mama Evi’ bersama lima anggota Fraksi PSI DPRD Kota Surabaya (Josiah Michael, Yuga Pratisabda Widyawasta, Rio Pattiselanno, Wiliam Wirakusuma, dan Michael Leksodimulyo) yang rajin blusukan menampung aspirasi, membantu, dan melayani masyarakat kecil, Yuga menyebut itu merupakan bagian dari strategi mengubah citra PSI dan juga bentuk pelayanan kepada masyarakat. “Selama ini kita tidak menyangkal bahwa partai kami terkesan eksklusif. Jadi kami ingin pandangan masyarakat berubah terhadap PSI bahwa kami adalah partai yang melayani, partai yang terbuka, dan juga partai yang turun ke bawah,”ungkap dia.
Menurut Yuga kerja-kerja turun ke bawah adalah pengejawantahan amanat Rakernas agar kader benar-benar hadir untuk masyarakat.”Makanya, kami selalu mengikuti aturan dan perintah dari atas. Jadi instruksi-instruksi kami jalankan, termasuk turun ke bawah,” pungkas dia. KBID-BE
