Penyampaian Nota Penjelasan Raperda, Bupati Mojokerto Izin Cuti dan Diwakili Pjs

Sidang paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto mengelar rapat paripurna tentang penyampaian nota penjelasan bupati Mojokerto terhadap reperda APBD TA 2021 dan empat reperda lainnya, Senin (5/10).

Rapat paripurna ini terlihat berbeda dari sebelumnya karena bupati tidak terlihat hadir (cuti kampanye) dan nota penjelasan disampaikan oleh Pjs Bupati, Himawan Estu Bagijo.

Terlihat dalam Rapat Paripurna tersebut Wakil Ketua Hj Setia Pudji Lestari S.E,M.Si didampingi dua wakil ketua H Subandi, SH dan H , Moh Sholeh, S.Sos yang duduk di meja pimpinan rapat.

Sementara itu beberapa perwakilan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Sekdakab Herry Suwito, OPD dan forkopimda juga hadir di ruangan gedung Graha Whicesa.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Himawan Estu Bagijo menyampaikan permisi kepada semua anggota dewan, karena dalam kesempatan tersebut dirinya telah diberi amanah ditunjuk sebagai pejabat sementara Bupati Mojokerto selama 71 hari kedepan.

“Saya berharap dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan semua anggota DPRD, selanjutnya pada kesempatan ini saya mewakili pemerintah daerah Kabupaten Mojokerto mengucapkan selamat hari ulang tahun tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 75,” kata Himawan.

Dalam penyusunan rancangan APBD TA 2021 yang mengacu pada tema RKPD yaitu mempercepat pemulihan ekonomi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan industri pariwisata, kesehatan dan infrastruktur.

Pendapatan dearah direncanakan mencapai sebesar Rp 2.034.064.592.373 rupiah mengalami penurunan sebesar Rp 473.081.007.962,28 sen.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama APBD TA 2020 sebesar Rp 2.507.879.900.336,48 sen. Nilai tersebut jelas ada penurunan, ini dikarenakan dampak pandemi Covid-19 dan kebijakan PSBB.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan kantor, hotel, restoran, dan tempat wisata semuanya tutup. Ini yang mempengaruhi daya beli masyarakat dan permintaan pasar menjadi turun.

Sementara itu belanja daerah direncanakan mencapai Rp 2.164.064.592.374,20 terdiri dari belanja opera sebesar Rp 1.485.880.504,00. Untuk belanja daerah direncanakan mencapai Rp 2.164.064.592.374,20. Terdiri dari belanja operasional sebesar Rp 1. 485.880.504.698,00.Belanja modal sebesar Rp 203.750.315.283,00.Belanja tidak terduga sebesar10 miliar dan belanja transfer sebesar Rp 464.350.629,738,00.

Dari alokasi kebutuhan belanja yang melebihi terget pendapatan dearah. Hal ini berarti terdapat defisit anggaran sebesar 130 miliar rupiah. Untuk itu membiayai deflsit anggaran kami berencana menutup dari netto pembiayaan sebesar 130 miliar rupiah yang diperoleh dari penerimaan pembiayaan setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan.

Usai membacakan nota penjelasan raperda APBD TA 2021, Pjs Bupati Mojokerto dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan rancangan peraturan daerah sesuai keputusan DPRD nomer 18 tahun 2019 tentang program pembentukan peraturan daerah Kabupaten Mojokerto tahun 2020.

Ada sedikitnya 4 reperda untuk di Iakukan pembahasan bersama dengan DPRD diantaranya reperda tentang penyelenggaran makam, reperda tentang penyelenggaraan bantuan hukum bagi masyarakat miskin, reperda tentang perubahan ketiga atau peraturan daerah nomor 6 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha dan reperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 9 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Mojokerto.

“Demikian penyampaian nota keuangan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Mojokerto TA 2021 dan nota penjelasan atas 4 (empat) rancangan peraturan daerah (reperda) untuk penjelasan secara rinci dan detail dapat di lihat dalam buku yang telah kami sampaikan, ” jelasnya. KBID-FFA