
KAMPUNGBERITA.ID – Sidoarjo kehilangan seorang ulama berpengaruh. KH Mas Ubaidah (Mas Baidah) asal Jalan Zainal Abidin Desa Tambak Sumur Kec. Waru pulang ke Rahmatullah Senin (3/9).
Ratusan bahkan ribuan petakziah dari berbagai kota berduyun-duyun berdatangan ke rumah duka.
Kyai berusia 80 tahun itu meninggal dalam perawatan di RS Mitra Keluarga Waru sekitar pukul 08.48 WIB.
Mas Baidah meninggal karena menderita sakit lambung. Ia di rawat di rumah sakit sudah beberapa hari. Mas Baidah juga dikabarkan keluar masuk rumah sakit atas penyakit yang dideritanya.
Mas Baidah dikenal sosok yang unik dan penyabar. Hampir setiap hari pondok atau padepokannya dikunjungi ratusan tamu. “Mas Baidah keturunan ke 4 dari KH Zainal Abidin dan keturunan ke 12 dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati,” kata Busyroh family Mas Ubaidah.
Busyro menambahkan, dari hasil rapat keluarga, almarhum akan di semayamkan nanti malam pukul 19.00 atau sesudah salat isyak. “Sambil menunggu keluarga dari luar kota, almarhum akan dikebumikan nanti malam,” tandasnya.
Almarhum KH Mas Ubaidah akhirnya dimakamkan lebih awal dari jadwal yang semula akan dilakukan Senin (3/9) malam pukul 19.00 WIB.
Pemakaman dilakukan di makam milik keluarga almarhum yang berada di dekat masjid yang juga masih satu area dengan tempat tinggal almarhum semasa hidup.
“Keputusan keluarga, yang semula akan dilakukan malam hari, dimajukan sesudah salat dhuhur,” kata Busro famili almarhum.
Sesudah pemakaman, masih berjibun atau hilir mudik para pelayat yang datang ke makam dan melakukan doa atau memohon kepada Allah SWT diatas makam almarhum.
Seperti diketahui KH Mas Ubaidah merupakan sosok kyai yang sabar dan suka menolong orang dikenal maupun tidak dikenal.
Mas Ubaidah merupakan keturunan ke 4 dari KH Zainal Abidin yang merupakan sesepuh warga Tambak Sumur Kec. Waru.
Dalam nasab yang tercatat, Mas Baidah merupakan keturunan dari Syarif Hidayatullah atau Sunan gunung Jati Cirebon Jawa Barat.KBID-TUR
