
KAMPUNGBERITA.ID-Fatayat NU Surabaya menggelar Megengan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Acara ini berlangsung di Masjid Raya Islamic Center Surabaya dan diikuti oleh lebih dari 500 kader Fatayat NU dari berbagai ranting se-Surabaya, Sabtu (22/2/2025).
Megengan merupakan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun sebagai bentuk persiapan menyambut bulan Ramadan dengan penuh keberkahan. Di bawah kepemimpinan Ketua Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, tradisi ini terus dilestarikan agar tetap menjadi bagian dari budaya Islam Nusantara yang kaya nilai spiritual dan sosial.
Dalam acara Megengan ini, Fatayat NU Surabaya mengadakan doa bersama, Khotmil Quran oleh Ikatan Hafidzah Fatayat (IHF), serta pembagian Tumpeng Apem, yang merupakan simbol permohonan ampunan sebelum memasuki bulan suci.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antar anggota serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi yang sarat makna.
Ketua Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, menekankan bahwa tradisi Megengan bukan sekadar seremoni, tetapi juga bagian dari upaya merawat kebersamaan dan memperkokoh nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa tradisi ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai salah satu bentuk persiapan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadan,”ungkap dia.
Dengan terselenggaranya Megengan ini, Fatayat NU Surabaya berharap dapat terus menjaga dan memperkaya tradisi Islam Nusantara, sekaligus memperkuat solidaritas antar anggota dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Bagikan Alat Kebersihan
Selain mengadakan Megengan, Fatayat NU Surabaya juga meluncurkan Program Ramadhan Bersahabat dengan mentasarufkan ratusan paket alat kebersihan untuk musala-musala di Surabaya.
Penyerahan alat kebersihan dilakukan secara simbolis dalam acara Megengan dan Pelantikan Raya anggota Fatayat se-Surabaya yang berlangsung di Masjid Islamic Center Surabaya.
Camelia Habiba juga memaparkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama Ramadan tahun ini.
Program-program tersebut meliputi: Fatayat Go to School, program edukasi keagamaan yang ditujukan bagi pelajar di berbagai sekolah.
Dakwah digital oleh 99 Bintang Aswaja, upaya dakwah berbasis digital guna memperluas jangkauan syiar Islam.
LEBAY (Lebaran Bareng Yatim), kegiatan yang dilakukan pada minggu terakhir Ramadan dengan konsep mengajak anak yatim berbelanja kebutuhan Lebaran, berbuka puasa bersama, hingga bermain di pusat perbelanjaan.
Program ini telah menjadi tradisi tahunan Fatayat NU Surabaya. Menurut Camelia Habiba, program ini tidak hanya bertujuan untuk menyemarakkan bulan Ramadan, tetapi juga untuk mempererat kepedulian sosial dan melestarikan tradisi.
“Kami ingin menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum berbagi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga nilai-nilai budaya Islam Nusantara yang penuh makna,”tegas dia.
Dengan berbagai program yang telah dirancang, Fatayat NU Surabaya berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta memperkokoh semangat kebersamaan dan kepedulian selama bulan suci Ramadan. KBID-BE
