KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Perkuat Organisasi dan Jaringan Kader, Fatayat NU Surabaya Gelar Pelantikan Raya

Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya menggelar Pelantikan Raya yang diikuti 500 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Pengurus Ranting (PR) se-Surabaya.

Acara pelantikan anggota baru tersebut berlangsung di Masjid Raya Islamic Center Surabaya, Sabtu (22/2/2025) dan menjadi momentum penting dalam memperkuat organisasi serta memperluas jaringan kader Fatayat NU.

Kenapa PC Fatayat NU Surabaya mengadakan pelantikan bersama? Menurut Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, ini agar teman-teman ranting itu menjadi satu ikatan kebersamaan. Selain itu, juga untuk efisiensi anggaran.

“Kami memfasilitasi ranting-ranting yang notabene ketika mengadakan kegiatan pelantikan itu agak sedikit keberatan karena pendanaan, di mana sekarang ini ekonomi masyarakat itu sangat sulit. Makanya, PC Fatayat memberikan solusi dengan pelantikan bersama,” ungkap dia.

Selain prosesi pelantikan, Fatayat NU Surabaya juga meluncurkan berbagai program inovatif dalam rangka memperingati tahun ke-5 kepengurusan yang terus bersinergi dengan berbagai elemen dan instansi.

Salah satu program utama yang diperkenalkan adalah peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) Fatayat NU.
Program ini bertujuan untuk memastikan keanggotaan yang lebih terstruktur di Surabaya dalam rangka Program Sejuk Sejuta Kader.

“Selama ini ketika kita bermitra dan berjejaring ditanya data base anggota Fatayat berapa? Kita jawab lebih dari 5.000, tapi kita belum bisa menunjukkan secara pasti karena database tidak didukung dengan KTA,” ujar dia.

Pelantikan Pengurus PAC dan Ranting Fatayat NU se-Indonesia Surabaya.@KBID-2025.

Ditanya target mendapatkan KTA baru? Habiba mengaku, pihaknya menargetkan tiga bulan selesai dengan target 6.000 KTA se-Surabaya.

Lebih jauh,
Habiba mengaku bersyukur bisa menggandeng Bank BRI mengeluarkan KTA Fatayat Surabaya (Katafara).
“Kita menggandeng BRI bukan karena ATM-nya, tapi ada program-program MoU yang kita tandatangani bersama terkait bagaimana pemberdayaan UMKM, pendidikan, sosial, terutama kita tahu banyak kasus-kasus pinjol ilegal yang menjerat masyarakat Surabaya,” tandas dia.

Karena itu, mantan anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024 ini berharap yang selama ini gencar di pengajian-pengajian, majelis-majelis, Fatayat mengkampanyekan terkait judi online dan pinjol ilegal. Maka dengan menggandeng Bank BRI mudah-mudahan bisa menekan korban pinjol ilegal,” tutur dia.

Dalam kesempatan ini, Fatayat NU Surabaya juga mengumumkan pembentukan lembaga baru bernama Garda Fatayat (Garfa), yaitu unit khusus di bawah naungan Fatayat NU yang memiliki tugas menjaga keamanan, pemberdayaan perempuan, dan bantuan sosial.

Pembentukan Garfa diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi komunitas serta meningkatkan peran Fatayat NU dalam masyarakat.

Selain itu, Fatayat NU Surabaya turut meluncurkan program Sahabat Qurani, sebuah kelas Tahsin Al-Qur’an yang menyasar segmen internal maupun eksternal Fatayat NU.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman agama di kalangan anggota dan masyarakat umum.

Dia menegaskan, bahwa berbagai inovasi ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami ingin Fatayat NU tidak hanya menjadi wadah bagi perempuan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang aktif dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi,”kata dia.

Dengan adanya berbagai program baru ini, Fatayat NU Surabaya semakin memperkuat perannya dalam mendukung kemajuan perempuan dan masyarakat secara keseluruhan.

Ketua PCNU Kota Surabaya, KH Masduki Toha dan jajarannya menghadiri Pelantikan Raya yang digelar Fatayat NU Surabaya.@KBID-2025

Sementara Ketua PCNU Kota Surabaya KH. Ir Masduki Toha mengaku sangat antusias dan mengapresiasi program dan kegiatan Fatayat, termasuk Ramadan ini.
“Sebelum Ramadan, Fatayat membantu bersih-bersih Musala,makam dan sebagainya. Ini saya sangat mengapresiasi, ” ungkap dia.

Meski demikian, KH Masduki Toha berharap kepada Fatayat untuk memperhatikan soal rangkap jabatan. Ini agar kaderisasi bisa berjalan dengan baik. “Ini agar yang antre menjadi kader ini bisa sesuai dengan keinginan organisasi. Makanya, jangan ada rangkap jabatan di organisasi, apakah itu di parpol atau Fatayat. Karena itu, PAC dan Ranting harus ditata dengan baik.

“Larangan rangkap jabatan ini berlaku untuk semua Banom NU. Misalnya, jadi pengurus di Fatayat merangkap di Muslimat. Ini tidak boleh karena sama hariannya, “pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Satreskoba Polresta Sidoarjo Gagalkan Peredaran Sabu-sabu 3 Ons

RedaksiKBID

BPCB Lakukan Eksavasi Situs Peninggalan Kerajaan Kahuripan di Balongbendo

RedaksiKBID

Siti Maryam Gelar Karangpilang Bersholawat dan Doa untuk Keselamatan Bangsa, Hadirkan Pendakwah Muda Ning Umi Laila

Baud Efendi