KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Tahun Depan, Pemkot Surabaya Bangun TPS Terpadu di Osowilangon

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedi Irianto.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Tahun depan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya berencana membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang lokasinya di belakang TPS 3R Terminal Osowilangon (TOW) dengan luas lahan dua hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedi Irianto mengatakan, awalnya kan dibangun TPS 3R dan sudah berjalan cukup lama. Hanya saja, Surabaya ini kan belum memiliki TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu). Dari kajian yang dilakukan hasilnya di Terminal Osowilangon (TOW) bisa dikembangkan menjadi TPST.

“Tadinya TPS 3R bisa dibuat TPS Terpadu. Bedanya kalau TPS 3R itu hanya dipilah-pilah, kemudian hasil sisa pilihan dibuang ke TPA Benowo. Kalau yang terpadu ditambahi satu alat lagi untuk pengurangan sampahnya. Jadi semacam insinerator dan pirolisis atau semacam itu, sehingga tidak sebanyak yang dipilah saja,” terang Dedi Irianto, Rabu (20/8/2025).

Dia menjelaskan, tidak harus pembakaran, bisa juga dengan cara pemanasan. Beda ya. Pembakaran dengan pemanasan beda, kalau pembakaran muncul api, kalau ini dikeringkan menjadi produk, menjadi bahan yang bisa dijual untuk bahan bakar,” jelas Dedi.

Soal luasan area, dia menyebut untuk TPS Terpadu pada ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup minimal dua hektare dan itu sudah memadai. TPS Terpadu dengan mesin itu, kapasitas bisa mencapai 150 ton per hari. “Jadi setiap hari TPS Terpadu mengelola sampah 150 ton per hari, bukan hanya ada event saja,” tandas dia.

Lebih jauh, Dedi menyampaikan, jika di TPS Terpadu nanti juga akan dibangun Spirit Station (stasiun pemisahan). Contohnya hasil kerja bakti kemarin, warga bingung untuk membuang kasur, lemari, sofa, dan ban bekas itu kemana. Selama ini semua memang dibuang ke TPA. Lha, nanti ada spirit station (tempat pemilihan sampah), di antaranya di TOW.

Untuk itu, nanti akan dibuat gudang-gudang untuk pemilahan. Misalnya, kasur nanti masuk ke mana dikumpulkan di situ, ban ke mana, sofa ke mana nanti proses berikutnya dipereteli. Pihaknya juga mendengar ada alat khusus untuk bongkar kasur springbed, tapi dikomunikasikan.

“Jadi dengan alat itu langsung bisa memisahkan kawat dan lain sebagainya. Ini lagi kita pelajari dulu alatnya seperti apa. Kalau memang sesuai nanti kita adakan, ” ungkap Dedi seraya menambahkan untuk mebelair dan lainnya nanti akan diprotoli menjadi serpihan-serpihan dan itu bisa laku dijual.

Dedi menuturkan untuk pembangunan TPS Terpadu diwacanakan di TOW dan lokasinya berada di TPS 3R. Sementara untuk harga mesinnya sudah dapat di PAK kurang lebih Rp 30 miliar yang bahannya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), tapi masih ada import pisau atau apanya. “Tapi, struktur semuanya lokal,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

PSI Surabaya Berkomitmen Dukung dan Kawal Realisasi Janji Politik Eri Cahyadi

RedaksiKBID

SDN Jeruk 2 Terbengkalai, Warga Banjar Melati Ajukan ke Pemkot untuk Dijadikan Sentra Pemberdayaan UMKM

RedaksiKBID

Sempat Hilang Kontak, Lion Air Jatuh di Tanjung Karawang

RedaksiKBID