
KAMPUNGBERITA.ID-DPRD Kota Surabaya mengimbau warga Kota Pahlawan’ ini waspada terhadap potensi intensitas hujan lebat dan angin kencang di wilayah Surabaya yang kerap membawa risiko seperti banjir, pohon tumbang, dahan patah, atap roboh, dan bangunan roboh.
Ini merujuk pada informasi dari Badan Meteorologi , Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyampaikan beberapa wilayah di Jatim mengalami cuaca ekstrem. Sehingga berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, puting beliung dan lain sebagainya.
“Kemarin Komisi C sudah rapat dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dan sejumlah OPD terkait untuk meningkatkan kewaspadaan menyambut musim penghujan ini, ” ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menyatakan Senin (2/12/2024).
Politisi muda PDI-P ini melihat ada banyak potensi banjir pada sejumlah titik yang belum terselesaikan.
“Kita tahu ada 200 titik genangan yang berpotensi terjadi banjir pada tahun ini, ” kata dia.
Eri Irawan mengakui, memang ada banyak penurunan. Pada 2020 ada 451 titik genangan, 2021 (414 titik genangan), 2022 (250 titik genangan), 2023 ada 219 titik genangan, dan 2024 (189 titik genangan)
Lebih jauh, dia menjelaskan, tahun (2024) ini, Pemkot Surabaya sudah melakukan 217 normalisasi di berbagai saluran, baik saluran sekunder, primer maupun tersier.
Meskipun demikian, lanjut dia, tetap perlu dimonitor dan diwaspadai beberapa potensi bencana, apa itu terkait banjir yang akan terjadi di musim penghujan.
Terkait keberadaan rumah pompa untuk mengurangi genangan, Eri Irawan menyatakan selama sekitar 3,5 tahun ini, Pemkot Surabaya sudah banyak membangun rumah pompa dan melengkapi apa yang sudah dikerjakan pemerintah.
Selanjutnya, kata dia, tentu Pemkot Surabaya harus lebih mengoptimalkan dengan menyiapkan fasilitasnya dan harus benar-benar perform. Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus disiapkan karena sebagian rumah pompa usia mesinnya sudah cukup lama.
“Jadi perlu pemeliharaan dan dicek secara rutin , sehingga ketika benar- benar dibutuhkan bisa berfungsi secara optimal, “beber dia.
Terkait kinerja Pemkot Surabaya dalam penanganan banjir, Eri Irawan mengaku secara umum, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Pemkot Surabaya dalam penanganan banjir. Tetapi ada sejumlah titik yang belum terselesaikan karena memang titik tersebut belum disentuh sama sekali.
Tapi untuk beberapa titik yang besar dan strategis seperti di Jalan Dharmawangsa, Jalan Kalirungkut, dan Jalan Ketintang, Eri Irawan merasakan sendiri penurunan banjir yang sangat signifikan. “Tapi beberapa titik anggarannya memang belum tersedia dan masih akan dilanjutkan pada tahun ini. Sehingga sebagian titik memang masih tergenang,” ini tandas dia.
Dia menambahkan, keseriusan Pemkot Surabaya menangani banjir dilihat dari jumlah anggaran penanganan banjir, dimana tahun ini mencapai Rp700 miliar, dan tahun 2025 naik menjadi Rp800 miliar.
Selain banjir, puting beliung, pohon roboh atau ranting patah memang menjadi fokus Pemkot Surabaya. Untuk itu, Eri Irawan meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya untuk melakukan perampingan pohon secara masif guna mencegah adanya pohon tumbang.
“Ya, kita minta dilakukan terus menerus, tanpa harus menunggu permintaan warga. Karena selama ini polanya sebagian besar adalah permintaan warga, baru kemudian dinas bergerak, “ungkap dia.
Seharusnya, tegas Eri Irawan, OPD punya monitoring dan punya sistem evaluasi.
“Pohon ini seharusnya dirantingkan, dirampingkan atau dilepas. Sehingga bisa meminimalisasi bencana.
Sseperti diketahui, Jumat (29/11/2024), puluhan rumah di Surabaya rusak diterjang puting beliung.
Berdasar data BPBD Surabaya ada 59 rumah yang terdampak. Sebagian besar kerusakan atap rumah jebol akibat terjangan puting beliung, serta tertimpa pohon timbang. KBID-PAR-BE
