KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Fraksi PKS Sebut Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Pekerjaan Rumah Pemkot Surabaya

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati.@KBiD-2025.

KAMPUNGBERITA.ID- Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya siap mengawal visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih 2025-2030, Eri Cahyadi-Armuji. Tentu ini agar tercapai sesuai dengan kinerja, sesuai dengan parameter terukur, dan sesuai dengan harapan masyarakat  Surabaya.

Hal ini disampaikan anggota Fraksi PKS, Aning Rahmawati, Sabtu (22/2/2025) malam.

Menurut dia, visi misi Wali Kota Surabaya tidak hanya sekadar visi misi belaka, tapi harus mampu menterjemahkan tujuh prioritas program di Kota Surabaya, utamanya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Sehingga betul-betul nyata, dan masyarakat ini bisa merasakan bahwa kinerja Wali Kota lima tahun ke depan benar-benar berpihak kepada masyarakat Surabaya.

“Jadi tidak sekadar visi misi, semuanya harus diterjemahkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan. Yang kemarin, RPJMD Kota Surabaya 2021-2026 mungkin ada beberapa yang belum tercapai oleh Wali Kota dan Wawali beserta seluruh jajaran nya, maka pada RPJMD 2026-2029 harus dilanjutkan dan dituntaskan,” ungkap Aning.

Lebih jauh, dia menegaskan, visi misi Wali Kota dan tujuh program prioritas itu tampak nyata dalam lima tahun ke depan.

Insyaallah setiap tahunnya kita terjemahkan dalam APBD Kota Surabaya. Jadi bukan hanya sekadar visi misi, tapi bisa menjawab tantangan utamanya yang menjadi pekerjaan rumah (PR) di Surabaya dan seluruh Indonesia, yakni masalah kemiskinan dan pengangguran,” beber dia.

Karena itu, Aning yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya melihat dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya, bahwa setiap tahunnya ada 700 ribu fresh graduate yang muncul di Kota Surabaya. Sementara Disnaker sendiri hanya mampu menangani 7.000 dari fresh graduate tersebut. Sehingga nyata sekali bahwa pengangguran dan kemiskinan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkot Surabaya.

Tentunya, kata Aning, ketahanan pangan kemarin, rancangannya Yekape akan menjadi garda terdepan untuk penguatan ketahanan pangan di Surabaya, yang akan menjadi salah satu anak perusahaan Yekape.

“Semoga saja ini bisa menjawab tantangan yang ada di Surabaya dan tentu ketahanan pangan yang menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat Surabaya,” tandas dia.

Ditanya soal sikap PKS terhadap Wali Kota? Aning menegaskan, PKS sejak awal hingga kini satu kata yang selalu dipegang, yakni kritis dan konstruktif.
Sehingga tak pernah anggota dewan dari PKS yang mengkritisi pembangunan yang dilakukan Pemkot Surabaya tanpa memberi saran, masukan yang membangun bagi Wali Kota dan seluruh jajaran penyelenggara Pemkot Surabaya.

Termasuk juga soal banjir. Aning yang juga salah satu pimpinan Pansus Pengendalian Banjir dan salah satu inisiator Raperda Pengendalian Banjir mengaku tetap akan mengawal. Dia berharap ini menjadi salah satu bagian dari upaya menyelesaikan banjir yang sampai sekarang belum diketahui kapan akan selesai.

“Semoga Raperda Pengendalian Banjir ini bisa menjawab. Kita korek salah satu temuan, berapa sih anggaran agar banjir ini selesai. Kemarin keluar angka Rp 20 triliun. Ini masih belum yang di tingkat permukiman atau lingkungan. Jadi mencapai angka Rp 50 triliun pun bisa, “ungkap Aning.

Dalam visi misi Wali Kota yang dibacakan pada sidang paripurna DPRD Kota Surabaya lalu, anggaran untuk mengendalikan banjir hanya Rp 9,6 triliun. “Itu yang diungkap Wali Kota,”tandas dia.

Aning mengakui masih menjajaki seluruh data, baik itu dari seluruh wilayah teritori kelurahan, kecamatan, dan juga
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya serta seluruh instansi terkait utilitas, yakni PLN dan PDAM yang selama ini menjadi salah satu masalah krusial. Di mana ketika melakukan penyelesaian akhir atau finishing pemasangan box culvert, pasti ada tiang PLN yang harus dipindah dan itu angkanya mahal.

Akhirnya proyek itu ditinggal oleh DSDABM dan menjadi finishing di tahun berikutnya. “Ini tak boleh terjadi lagi dengan adanya Raperda Pengendalian Banjir, “ucap Aning. KBID-BE

Related posts

Dinperinaker Bojonegoro, Jumlah Data Pengangguran Mengalami Penurunan

RedaksiKBID

Pelopori e-Government, Pemkot Surabaya Ciptakan Ratusan Aplikasi

RedaksiKBID

Zuhrotul Disambut Hangat Anggota Komisi B dan Staf

RedaksiKBID