KampungBerita.id
Headline Kampung Gaya Teranyar

Ingin Tampil Necis saat Lebaran, Emas Imitasi Diserbu Ibu-ibu

Emas Imitasi banyak diserbu pembeli menjelang Lebaran

KAMPUNGBERITA.ID – Banyak orang menyambut Hari Raya Idul Fitri (Lebaran,red) dengan tampil gaya. Salah satunya dengan mengenakan beragam aksesoris seperti emas, permata dan lain sebagainya. Di Pasuruan, emas imitasi justru menjadi primadona ibu-ibu untuk memesan. Alasanya hampir sama yakni untuk dipakai saat Lebaran.

Yunus, perajin emas imitasi di Dusun Sangglut, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mengaku banjir order menjelang lebaran.

Sepintas, emas imitasi buatannya itu sangat mirip dengan emas aslinya. Dari segi kualitasnya. Emas buatannya ini tahan lama, dan yang pasti tidak bisa luntur warna keemasannya.

Padahal, emas buatannya ini tidak dicampuri dengan emas sedikitpun. Rahasiannya, Yunus yang juga menjabat sebagai kepala dusun desa setempat ini mencampuri atau melapisi aksesoris setengah jadi dengan cairan nikel, atau cairan krom yang sangat ampuh menjaga warna aksesorisnya tidak mudah luntur.

Secara umum, pembuatan kerajinan tangan miliknya ini memang sama dengan proses pembuatan gelang, kalung, dan aksesoris emas lainnya. Pertama, dimulai dengan peleburan timah, tembaga, dan kuningan. Dalam proses ini, Yunus tidak mencampuri emas batangan saat proses peleburan. Jika emas, dalam proses peleburan itu pasti ada emas batangan yang juga ikut dilebur. Itu yang membedakan antara kerajinan emas imitasi buatannya dengan emas asli.

Sekadar diketahui, proses pembuatan produk milik Yunus ini sangatlah mudah. Pertama, bahan – bahan seperti tembaga, kuningan dan timah dilebur menjadi satu sehingga menjadi batangan. Selanjutnya, dilindas atau ditipiskan menjadi batang panjang. Selanjutnya, dirakit menjadi gelang, kalung , cincin, dan lainnya. Proses keempat adalah dipatri atau disambungkan bahan – bahan itu menjadi satu.

Selanjutnya, bahan yang setengah jadi itu diamplas menggunakan kertas gosok dan dipoles menggunakan gerinda. Tahap selanjutnya, bahan dicuci sama bensin dan dilapisi cairan koting dengan tujuan untuk mempertahankan warna agar tidak mudah pudar atau buram.

Yunus menyadari, menjelang lebaran , permintaan barang cenderung meningkat. Maka dari itu, ia sudah lembur sejak puasa hari ke-5 lalu. “Saya menggeluti bisnis ini sejak 20 tahun silam. Omzet yang saya dapatkan pun menggilla, apalagi saat bulan ramadan seperti ini. Saya harus lembur untuk menyelesaikan pesanan dari para pelanggan. H-12, barang harus sudah sampai di tangan pelanggan,” kata Yunus. KBID-PSR

Related posts

Dinkes Surabaya Temukan 316 Kasus HIV, Wonokromo Tertinggi dan Asemrowo Terendah

RedaksiKBID

Bawa BB Senilai Rp 1 Miliar, Kurir Sabu Mojosari Dibekuk di Gerbang Tol Penompo

RedaksiKBID

Dian Adiyanti Adriyanto Buka Bimtek Enam SPM Posyandu

DJUPRIANTO